Sekalipun Aku Berjalan Dalam Lembah Kekelaman

By | 13 Agustus 2022

Sekalipun Aku Berjalan Dalam Lembah Kekelaman.

Pada renungan hari ini, kita mau membahas Mazmur Daud yang paling kecil naik daun, yaitu Mazmur 23. Saya percaya kebanyakan berasal kita pasti mengetahui bunyinya, “Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena tanda-Nya. Sekalipun aku berjalan n domestik lembah kekelaman, aku tidak agak gelap bahaya, sebab Kamu besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang ki menenangkan amarah aku” (Mazmur 23:3-4).

Menurut saya Mazmur Daud ini sangatlah menarik, Daud mengatakan bahwa ia menemukan dirinya berjalan di dalam lembah kekelaman—namun, dia tidak mengatakan bahwa engkau melanglang di dalam tong kekelaman tersebut secara kebetulan, melainkan beliau mengatakan bahwa dia berjalan di dalamnya maka dari itu karena dituntun oleh Tuhan. Aneh tak? Daud mengikuti bimbingan Yang mahakuasa, tetapi dia lebih-lebih menemukan dirinya berada di perdua-tengah sesuatu yang buruk seperti tong kekelaman.

Ini lah kebenaran yang saya cak hendak setiap bermula kita ketahui hari ini, mengikut Tuhan dan mengerjakan apa nan benar bukan berarti hidup kita akan menjadi bertambah mak-nyus. Sesekali justru karena mengikut Tuhan dan melakukan segala apa nan benar, kita akan menemukan diri kita sampai sreg situasi-situasi nan tidak menyenangkan. Contohnya:


-Momen kita mengikuti Almalik dan memilih untuk valid intern bekerja di tengah tim yang korup, kita bisa difitnah dan kekeringan karier kita.

-Momen kita mengikuti Tuhan dan melembarkan untuk menolak undangan teman kita kerjakan pergi ke tempat nan tidak benar, lama-lama kita dapat dijauhi oleh inversi kita tersebut.

-Ketika kita mengikuti Tuhan dan memintal cak bagi berdiri akan barang apa nan benar seperti mana Ahok, kita dapat malar-malar diserang dari berjenis-jenis arah dan dimasukkan ke internal penjara.

Baca juga:   Komite Yang Bertugas Menangani Permasalahan Olahraga Di Kawasan Asean Adalah

Terkadang, kita dapat menemukan diri kita berjalan di lembah kekelaman oleh karena kita mengikuti pimpinan Tuhan sebagai halnya Daud; namun, saya doyan dengan segala apa yang Daud katakan. Engkau mengatakan bahwa sekalipun anda berjalan di dalam tawon kekelaman, engkau tidak takut—sejauh beliau berjalan ikut ke dalamnya makanya karena didikan Tuhan, kamu tau beliau akan baik-baik belaka, karena dia berkeyakinan bahwa tangan Tuhan lah yang akan lampir dia di tengah-tengah lembah kekelaman itu. Kerumahtanggaan pengenalan tak, Daud mengatakan: “Lebih baik berjalan di internal lembah kekelaman bersama dengan Tuhan, daripada bepergian di padang suket yang makmur sonder Almalik.”

Ini lah guna berusul mengikut Yang mahakuasa yang sesungguhnya—mengikut Tuhan kemana saja Beliau membawa kita, malah ke bekas-tempat sulit sekalipun. Dan hal semacam ini bukanlah sesuatu nan dilalui oleh Daud belaka, melainkan pula dilalui maka dari itu pengikut-pengikut Tuhan nan lain.


Sadrakh, Mesakh, dan Abednego melakukan apa yang etis, merupakan memurukkan untuk menyembah arca emas buatan Sultan Nebukadnezar. Maka dari itu karena itu, mereka diancam Raja Nebukadnezar akan dimasukkan ke intern tanur yang menyala-nyala. Sahaja, mereka justru mengatakan kepada ratu bahwa mereka tetap hanya akan memuji Allah mereka. Intern kata lain, mereka mengatakan bahwa kian baik mereka fertil di dalam perapian bersama dengan Tuhan, daripada berada di asing perapian tanpa Tuhan.

Contoh lainnya merupakan pengikut Sang pencipta yang bernama Musa. Tuhan mengatakan kepada Musa bahwa Dia akan memberikan kepadanya dan kepada Bangsa Israel petak perjanjian, hanya Yang mahakuasa menambahkan bahwa Dia tidak akan turut bersama-seperti mana mereka. Lewat Musa membalas Tuhan, “Seandainya Engkau koteng tidak membimbing kami, janganlah suruh kami mulai dari sini” (Mantan 33:15). Dalam perkenalan awal enggak, Musa mengatakan: “Segala gunanya ke tempat nan lebih enak jikalau Engkau tidak ada di dalamnya! Lebih baik kita berharta di kancah yang lebih tidak enak tetapi kami memiliki Sira!”

Dagi-lawan, hari ini saya ingin mengajak kita bakal menjadi pemuja-pengikut Tuhan yang bersusila sebagaimana Daud, Musa, Sadrkah, Mesakh, dan Abednego—yang ki ajek mengikut Halikuljabbar kemana pula Dia mengirimkan mereka. Marilah kita memuliakan nama-Nya dengan ucapan terima kasih baik di paruh keadaan nikmat maupun di tengah keadaan tidak legit. Jangan sebatas kita lebih memilih buat keluar pecah arahan Sang pencipta hanya bikin situasi enak provisional, tetapi marilah kita setia mengikut Allah apalagi momen Dia memimpin kita ke tempat-gelanggang terik. Percayalah kepada-Nya, Beliau merupakan Tuhan yang baik. Dia tak pertautan menganjuri kita melanglang melalui lembah kekelaman cak bagi menghancurkan kita, melainkan untuk menunjukkan kita kekuatan-Nya dan mengirimkan kita ke palagan intensi yang telah Beliau siapkan.

Baca juga:   Mengapa Seni Keramik Sangat Populer Sebagai Benda Dekoratif

“Saja jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah hidayah karunia-Ku bagimu, sebab sampai-sampai kerumahtanggaan kelemahanlah kuasa-Ku menjadi model.” Sebab itu justru suka aku beraga atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus ambruk menaungi aku.” (2 Korintus 12:9)


Jika kalian suka dengan artikel Serani / renungan Serani masa ini, jangan lupa share dan add official line kami ya^^

Kalian kembali boleh lihat artikel-kata sandang dan renungan-renungan terbaru lainnya dengan scroll terus ke asal.

Have a nice day, God Bless!

Add official line account kami untuk mendapatkan artikel Serani / renungan Serani mulai sejak kami setiap periode.

Add Friend

Add INSTAGRAM kami bakal mendapatkan update terbaru dari Grace Depth setiap harinya.


@gracedepth

About the author:

Revy Halim (@revyhalim) adalah penemu dan penulis renungan utama berpokok Grace Depth. Dia dulu melayani bagaikan penceramah dan pembina dari Davis Alive di Davis, California. Kini sudah kembali ke Indonesia dan bekerja full dalam bidang pelayanan.

Untuk
BOOK REVY HALIM
berbicara di acara gereja kalian, contact melintasi
OFFICIAL LINE
atau
Instagram.

FOLLOW Channel YouTube Revy Halim yang berisikan video Kristen dan Motivasi di:

Akan ada 2 video baru setiap minggunya!!! 😀

Sekalipun Aku Berjalan Dalam Lembah Kekelaman

Source: http://www.gracedepth.com/sekalipun-aku-berjalan-dalam-lembah-kekelaman/