Semangat Sumpah Pemuda Mencapai Puncaknya Pada

By | 13 Agustus 2022

Semangat Sumpah Pemuda Mencapai Puncaknya Pada.


1.



Biji Kesejarahan Kualat Perjaka

Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 menunjukkan rasa kewarganegaraan yang menginjak tertanam dalam jiwa para perjaka.
Para jejaka Indonesia mulai meninggalkan sifat kedaerahannya buat takhlik kedaulatan nasion nan dicita-citakan. Isi Sumpah Bujang dibawah ini.

Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga arena berbeda oleh or
 ganisasi Institut Petatar-Pesuluh Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh beraneka rupa duta organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat mulai sejak pemuda Tionghoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.

Gagasan penyelenggaraan Kongres Teruna Kedua mulai sejak berusul Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi jejaka yang beranggota murid dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, dewan perwakilan dilaksanakan di tiga gedung yang farik dan dibagi dalam tiga kali menempel.

Rapat purwa, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB) Waterlooplein lampau lapangan banteng sekarang lapangan banteng ini tak ada. Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berkeinginan badan legislatif ini dapat memperkuat arwah persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang kebaikan dan afiliasi persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang dapat memperapat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kedahagaan.

Bersebelahan kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Konstruksi Oost-Java Bioscoop, membahas kelainan pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan nasional, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak pula harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Kronologi Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain propaganda kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, operasi kepanduan tak bisa dipisahkan bermula pergerakan nasional. Operasi kepanduan sejak dini mendidik anak-momongan disiplin dan mandiri, hal-peristiwa yang dibutuhkan dalam sambutan.

Mengenai panitia Dewan perwakilan Pemuda terdiri dari :

Baca juga:   Salah Satu Persiapan Yang Penting Dilakukan Sebelum Berpidato Adalah

Ketua                  : Sugondo Djojopuspito

Wakil Ketua       : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)

Sekretaris           : Moehammad Yamin (Jong Sumateranen Bond)

Bendahara         : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)

Asisten I        : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)

Pembantu II      : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)

Ajun III     : Senduk (Jong Celebes)

Pembantu IV     : Johanes Leimena (Jong Ambon)

Pembantu V      : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Rumusan Kualat Jejaka ditulis Moehammad Yamin pada sebuah jeluang saat Mr. Sunario, perumpamaan utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan maka dari itu Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar makanya Yamin. Isi dari Kutuk Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua adalah andai berikut :

Mula-mula :

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Pembawaan Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Dayang Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Suatu, Tanah Indonesia).

KEDOEA :

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe,Nasion Indonesia. (Kami Putra dan Nona Indonesia, Bersedia dan menerima Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).

KETIGA :

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

Dalam peristiwa kutuk pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia bikin yang purwa kali yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama boleh jadi puas periode 1928 pada media cetak kopi butir-butir Sin Po dengan mengikat wacana nan mengistimewakan bahwa lagu itu yakni lagu kewarganegaraan. Lagu itu tahu dilarang oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, namun para pemuda patuh terus menyanyikannya.


2.



Semangat dan Komitmen Sumpah Bujang

Sparing dari Kualat Perjaka, ada catatan memori yang sangat berharga di dalamnya. Pemberitahuan privat Sumpah Cowok itu bukan cuma cuma disusun bikin menggerakan para cowok untuk meraih kedaulatan, saja kembali mempertegas jati diri bangsa Indonesia misal sebuah negara.

Kualat Pemuda sudah menjadi jiwa dan roh nan terus terpatri dalam hati sanubari para pemuda. Suatu kehidupan nan dibangun atas dasar ekualitas nasib dan cita-cita. Yang kemudian dibungkus dengan komitmen bakal sepenanggungan sepenanggungan ibarat satu nasion, suatu persil air yang pertama-tama ditandai dengan disepakatinya bahasa menyeluruh antar bangsa, bahasa Indonesia.

Baca juga:   Berikut Pernyataan Yang Benar Mengenai Virus Adalah

Spirit Tulah Pemuda sampai ke puncaknya pada 17 Agustus 1945 ketika Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sejak itu, Indonesia yang terdiri atas berbagai kesukuan, agama, dan golongan menjadi bangsa yang merdeka dan bersatu. Kemerdekaan menyerahkan kesempatan cak bagi nasion Indonesia kerjakan mewujudkan masyarakat yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Semangat Sumpah Teruna harus tegar suka-suka setelah otonomi nasion Indonesia diraih. Persatuan dan keesaan bangsa Indonesia akan mengabu apabila bangsa Indonesia lain pula punya semangat bertanah air suatu, berbangsa satu dan berbahasa suatu yaitu Indonesia. Nasib Laknat Teruna bisa dijabarkan dalam nilai-nilai berikut ini :

a.

Kami Putra dan Nona Indonesia, Menanggung Bertumpah Darah Yang Suatu, Tanah Indonesia.

Tanah Indonesia adalah seluruh kawasan Indonesia baik di darat dan di laut. Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki luas kawasan daratan dan lautan sebesar 5.193.250 km2 . Distrik yang luas ini menempatkan negara Indonesia bagaikan negara terluas ke-7 di bumi setelah Rusia, Kanada, Amerika Serikat, Cina, Brasil dan Australia.

Menurut letak astronomi, Indonesia terwalak pada 6° LU (Lintang Paksina) – 11° LS (Lintang Selatan) dan antara 95° BT (Bujur Timur) – 141° BT (Bujur Timur). Indonesia disebut juga Nusantara, Nusantara berarti kepulauan yang terpisahkan makanya besar. Besaran gugusan pulau yang dimiliki Indonesia sebanyak 17.508 pulau.

Tanah Indonesia sangat indah dan kaya, bangsa enggak menyapa Indonesia sebagai jamrud khatulistiwa. Laksana penghuni negara kita seharusnya bangga terhadap petak air Indonesia. Kita kehidupan di negeri yang sangat indah, nasion lain yang jiwa di persil yang sangar dan gersangpun rindu akan petak airnya. Janganlah kita rindu dan rajin tanah air karena kita berada di negara orang tak. Kita bangun kecintaan dan kemangkakan terhadap lahan air Indonesia kini ini dengan usaha nyata seperti menjaga dan memperhatikan lingkungan sekitar kita.

b.

Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa yang Satu, Bangsa Indonesia.

Pengakuan kita perumpamaan bangsa Indonesia merupakan bentuk dari paha
 m kewarganegaraan. Paham kebangsaan disebut pun kesadaran berbangsa. Rasa kebangsaan Indonesia tumbuh dari sejarah pangkat bangsa. Berawal berusul hasrat cak hendak bersatu warga nan mempunyai permukaan belakang yang sangat berjenis-jenis, kemudian berkembang menjadi keimanan bikin menjadi satu bangsa yang akhirnya dideklarasikan oleh bilang bujang pada momen Badan legislatif Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

Baca juga:   Unsur Utama Yang Dibutuhkan Dalam Aktivitas Gerak Berirama Adalah

Kita perumpamaan generasi penerus n kepunyaan kewajiban untuk melestarikannya. Pelestarian rasa kebangsaan Indonesia merupakan keseleo satu propaganda untuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Laksana bangsa kita tetap harus optimis, karena masih banyak potensi bangsa ini yang dapat dikembangkan demi tetap terpeliharanya rasa kebangsaan dan boleh dijadikan pijakan bagi usaha-persuasi membudidayakan dan meningkatkan rasa nasional Indonesia itu sendiri.

c.

Kami Putra dan Amoi Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.

 Sumpah Cowok menegaskan bahwa bahasa persatuan adalah Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia memiliki peran yang suntuk menentukan dalam perkembangan roh bangsa Indonesia. Dalam masa pertampikan kebebasan, bahasa Indonesia berhasil menjadi peranti komunikasi untuk membangkitkan dan menggalang hidup nasional dan semangat perjuangan dalam mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Makrifat sejarah itu berjasa bahwa bahasa Indonesia laksana bahasa persatuan sudah berfungsi secara efektif sebagai perlengkapan komunikasi antarsuku, antardaerah, dan bahkan antarbudaya.

Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bahasa Indonesia lain doang digunakan perumpamaan bahasa resmi kerumahtanggaan penyelenggaraan sukma negara dan rezim, tetapi juga sebagai bahasa pengantar puas jenis dan panjang pendidikan, sebagai bahasa perhubungan nasional (terutama dalam kaitannya dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional), sebagai sarana pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional.

Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara masih harus terus dimantapkan. Kalian semua tentunya sudah terampil berkomunikasi dengan memperalat bahasa Indonesia. Hanya seringkali koteng pesuluh tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar mempertegas tahir diri kita sebagai bangsa.

Sumur :ppkn-smp.blogspot.co.id

Tanggal : 7 Agustus 2016, pukul 20:12 WIB



Semangat Sumpah Pemuda Mencapai Puncaknya Pada

Source: https://aditya-hidayatullah.blogspot.com/2016/08/semangat-dan-komitmen-sumpah-pemuda.html