Home  »  Edukasi   »   Semua File Konfigurasi Ekstensi Ditulis Menggunakan Perintah

Semua File Konfigurasi Ekstensi Ditulis Menggunakan Perintah

By | 13 Agustus 2022

Semua File Konfigurasi Ekstensi Ditulis Menggunakan Perintah.

KEGIATAN Sparing 2 : TLJ XII | KONFIGURASI EKSTENSI DAN DIAL PLAN Server SOFTSWITCH

A. Mengenal Ekstensi dan Dial Plan

Kronologi teknologi telah mengangkut bisnis telepon memasuki era baru yang menawarkan penyatuan seluruh komunikasi yang berkepribadian multumedia dan disalurkan melangkaui internet. Perkembangan tersebut telah mempercepat revolusi dalam industri telekomunikasi. Pelecok satu kronologi tersebut yakni pengusahaan eksyensi dan dial plan laksana server softswitch. Berikut ialah penjelasan tentang ekstensi dan dial plan.

1. Pengertian Ekstensi dalam Server Softswitch




Ekstensi plong server softswitch merupakan segel dari extension yang kasatmata sebuah string (ponten, huruf, dan huruf angka) atau ppola yang harus dievaluasi secara dinamik kerjakan mencocokan dengan banyak kemungkinan nomor telepon. Internal penggunaannya, setiap command line yang menjadi penggalan dari extension tertentu harus n kepunyaan tera yang andal atau sama. Ekstensi dijalankan berdasarkan belai-bujuk dari tingkat prioritasnya. Berbeda dengan PABX, ekstensi galibnya berasosiasi dengan telepon, interface, ataupun menu. Ekstensi dianalogikan sebagai data client, misalnya komputer 1 ekstesinya 001, komputer 2 ekstensinya 002, dan seterusnya.

    Keseluruhan ekstensi ditulis n domestik sebuah file konfigurasi yaitu file ekstension.conf, dimana setiap panjang intern sebuah perluasan ditulis kerumahtanggaan ukuran:

exten = extension, priority, Command(parameter)

2. Pengertian Dial Plan

    Dial plan didalam server softswitch merupakan aturan yang akan dimanfaatkan oleh ekstensi bagi menghubungi sesama perpanjangan atau trunk dan sebaliknya. Dial plan berfungsi sebagai routing panggilan antar ekstensi, baik yang berada di n domestik IP-PBX secara lokal maupun antar IP-PBX atau protokoler disebut dial trunk. Internal asterisk dial plan diprogram dalam suatu file yang bernama extensions.conf. Keadaan ini berguna setiap ekstensi internal asterisk merujuk pada user tertentu yang telah teragendakan di asterisk tersebut sehingga biasanya nomor ekstensi begitu juga id user.


    Dial plan merupakan metode yang digunakan untuk mengizinkan atau memblokin nomor telelpon ke sebuah distribusi. Untuk takhlik dial plan, dapat dilakukan dengan cara menargetkan nomor telepon individu untuk masing-masing pengguna.

Baca juga:   Termometer Fahrenheit Menunjukkan Angka Yang Sama Dengan Dua Kali

3. Pendirian Kerja Perpanjangan dan Dial Plan Softswitch


Ekstensi dan dial plan ialah satu alat yang berlimpah menyambat antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termuat di dalamnya merupakan jaringan telepon tunak (PSTN), internet yang berbasis IP, TV benang tembaga, serta jaringan seluler yang telah ada. Berikut ialah pendirian kerja ekstensi dan dial plan peladen soft switch:

  1. Cara kerja perpanjangan dan dialplan server softswitch awalnya komponen entri pertama akan mecocokkan semua ekstensi dalam format 1XX (misalnya 100, 101, 102, …,199). Panggilan mendarat di ekstensi ini akan di teruskan ke komponen context dial-ext, yang digunakan kerjakan memnaggil titik penghabisan SIP. Onderdil kata kepala poin kedua sesuai dengan ekstensi *1 dan kompnen terdepan voicemail (aplikasi pesan celaan administratif). Selanjutnya penelepon akan dikirmkan ke antarmuka administratif lakukan mengakses kotak wanti-wanti suara berdasarkan nomor ID pemanggil. Keadaan ini berarti konsumen puas ekstensi 101 akan dikirmkan ke aplikasi pesan suara administratif lakukan kotak kritik 101. Selanjutnya suku cadang entri poin ketiga akan mencocokan ke seluruh perluasan lainnya dan melakukan panggilan ke nomor tersebut melalui ZAP bermula grup 1 (Zap/g1/$(EXTEN)).
  2. Selanjutnya pada dial-ext, suku cadang context digunakan lakukan mengamalkan panggilan ekstensi lokal. Sehabis panggilan di catat sreg komponen log bakal keperluan debugging, perpanjangan SIP yang sesuai akan dipanggil. Dalam kasus respons nan sibuk., tidak cawis atau lain dijawab, panggilan akan dikirim ke kotak wanti-wanti suara untuk ekstensi yang dihubungu.
  3. Pada dial-in, komponen context akan menerima semua panggilan masuk yang nomplok melalui garis ZAP, Semua panggilan masuk pertama-tama dijawab dan disajikan dengan wanti-wanti selamat datang, sehabis itu menu utama di tampilkan dan selanjutnya pemanggil dapat mengamalkan panggilan yang diharapkan. Penelepon/Pemanggil boleh mengidas keseleo satu pecah opsi berikut: 
    1) 0 : Panggilan di bingkis ke komponen dial-attendant context kerjakan menjuluki pemakai berdasarkan nomor id pemanggil.
    2) 1 : Panggila di kirim ke komponen dial-employee context untuk mengizinkan pemanggil memilih perpanjangan pemakai yang harus dihubungi.
    3) 2 : Mengijinkan pengguna lakukan menanyai voicemail. panggilan dikirim ke permohonan utama wanti-wanti suara, sonder indikator sehingga petisi akan menunangi penelepon untuk memberikan nomor dan password kotak suara minor.
    4) 3 : Mengizinkan pemakai untuk menelepon. Penelepon diharapkan bikin mengetikan password “123” selepas itu penelepon akan diizinkan buat mengerjakan panggilan keluar seolah-olah dia menunggangi telepon SIP lokal.

    Jikalau Bukan suka-suka saringan yang di buat makanya penelepon selama 10 momen (RESP_OUT), panggilan akan berada puas mode hanged up. Jika penelpon menutup panggilan, sebelum membuat pilihan apapun, sistem akan mengingat-ingat wanti-wanti debug lega komponen log.

  4. Kemudian lega dial-attendant, suku cadang context menegur salah satu pemakai bersendikan kode area pemanggil. Komponen context akan menetapkan catur digit permulaan dari nomor ID pemanggil ke variabel area_code channel. Tentatif select-attendant macro menamai dengan menggunaka area_code bakal menemukan konsumen yang sesuai. Langkah terakhir ialah panggilan pada endpoint SIP juga bak akibat dari panggilan makro sebelumnya.

  5. Pada dial-employee, komponen context akan memungkinkan penelepon eksternal akan menjangkau ekstensi. Penelepon akan diminta untuk memasuka tiga digit perpanjangan bersumber konsumen yang ingin dia hubungi. Seandainya pemanggil memasukan ekstensi nan valid, panggilan akan dikirim ke dial-ext context, jika tidak panggilan akan dihentikan

4. Layanan Aplikasi Softswitch


Server softswitch n kepunyaan layanan dan tuntutan bagaikan berikut.

a. Call Control dan Signaling Plane


Call control san signaling plane adalah adegan jaringan yang berfunsi sebagai pengendali proses pembangunan dan penyetopan kombinasi yang melibatkan molekul-elemen jaringan pada layer yang lain berlandaskan signaling message yang diterima pecah transport plane. Zarah utama bidang ini adalah softswitch (call agent alias Wahana Gateway Controller).

b. Service/Application Plane


Layanan ini merupakan fragmen jaringan yang menyempatkan dan mengeksekusi satu atau sejumlah aplikasi layanan di privat jaringan softswitch. Di privat layer ini termasuk pula application peladen dan feature server. Selain itu service/application plane lagi mengontrol media server yang memberikan fungsi seperti conferrence, IVR, tone processing dan sebaginya.

c. Transport Plane

    Transport plane adalah layana yang berfungsi sebagai media transport kerjakan semua message di jaringan, sebagai halnya call signaling, call setup dan media setup maupun informasi voice atau datanya sendiri. Transport plane dibagi menjadi tiga domain, antara tidak laksana berikut.

  1. IP transport domain. Domain ini adalah backbone IP yang dilengkapi dengan border gateway, mekanisme routing, dan QoS (Router, Switches, dan bukan-lain).
  2. Interworking domain (trunk gateway, signaling gateway)
  3. Non IP access domain, access gateway (wireline, mobile), integrated access devices, cable modem/MM terminal adaptor, MTA, dan sebagainya.

d. Tata Plane

    Manajemen plane merupakan layanan softswitch nan berfungsi untuk menerimakan faedah-maslahat dari Operation System Support (OSS) yaitu guna sistemoperasi dan konservasi jaringan, provisioning layanan dan pelanggan, network management serta sistem billing.

B. Melakukan Konfigurasi Perpanjangan dan Dial Plan Peladen Softswitch

Setelah Memafhumi adapun pengertian dan konsep kerja ekstensi dan dial plan server softswitch, selanjutnya adalah mengamalkan konfigurasi perpanjangan dan dial plan server softswitch. Pelajari materi berikut dengan bukan main-sungguh !

1. Komponen Pembangunan Ekstensi Server Softswitch


Komponen nan membangun panjang perintah ekstension atau command line adalah andai berikut.

a. Context



Pada materi kaidah kerja perpanjangan dan dial plan server softswich, kita mutakadim banya membahasa tentang context. Context ialah kumpulan dari sejumlah intruksi eksekusi pada dial plan nan mempunyai beragam kegunaan. Dengan context, akan membebaskan interaksi dial plan terbit satu grup dengan grup nan lain. Sebuah ekstensi nan berlimpah didalam suatu context akan terisolasi terhadap perpanjangan context nan lain. Contoh penulisan perintahnya adalah sebagai berikut.

[100]

[komp]

[komp01]

Semua File Konfigurasi Ekstensi Ditulis Menggunakan Perintah

Source: https://dwikrisnandi.blogspot.com/2020/08/kegiatan-belajar-2-tlj-xii-konfigurasi.html