Suatu Keluarga Giat Menabung Untuk Memenuhi Kebutuhan

By | 13 Agustus 2022

Suatu Keluarga Giat Menabung Untuk Memenuhi Kebutuhan.


Ada beberapa tahapan keluarga sejahtera. Soemarjan  (1994)  mengemukakan  bahwa  indikator  keluarga sejahtera  pada  dasarnya  disusun  kerjakan  menilai  taraf  pemenuhan kebutuhan keluarga  nan dimulai terbit kebutuhan yang sangat mendasar sampai pemenuhan kebutuhan yang diperlukan untuk pengembangan diri dan  keluarga.  Ukuran  taraf  pemenuhan  kebutuhan  dibagi  privat  tiga kelompok, masing-masing kelompok dibagi dalam variabel nan masingmasing  ditetapkan  rincian  variabelnya  sebagai  kumpulan  mulai sejak  penanda keluarga  sejahtera.



Berikut  adalah  pembagiannya:


  • Kebutuhan


    asal maupun


    basic


    needs,


    nan


    terdiri


    bermula


    variabel:


    (a)


    pangan,


    (b)


    selempang,


    (c) tiang,


    (d)


    kesehatan

  • Kebutuhan  sosial  psikologis  maupun  socialpsychologial  needs  yang  terdiri  berbunga:  (a)  pendidikan,  (b)  rekreasi,  (c) transportasi,  (d)  interaksi  sosial  privat  dan  eksternal

  • Kebutuhan peluasan maupun  development needs  yang terdiri bermula: (a)  tabungan,  (b) pendidikan ataupun kejuruan, (c) akses terhadap makrifat.


Badan  Koordinasi  Keluarga  Berencana  Kewarganegaraan  sejak  tahun  1994 mengembangkan  bilang  parameter  bagi  mengukur  tingkat ketenteraman  anak bini  dengan  memperalat  indikator  ekonomi, kesegaran,  gizi,  dan  sosial.



BKKBN  mengelompokkan  menjadi  lima panjang dan diterjemahkan ke dalam 23 indikator tersapu dengan keluarga sejahtera adalah bak berikut:


  1. Keluarga


    pra


    sejahtera,


    keluarga-keluarga


    yang


    belum


    bisa memenuhi


    kebutuhan


    dasarnya


    secara


    minimum, seperti


    kebutuhan akan pengajaran agama, pangan, sampur, papan, dan kesehatan.

  2. Tanggungan  sejahtera  I, batih  sejahtera I sudah  dapat  memenuhi kebutuhan  yang  sangat  mendasar,  sekadar  belum  dapat  memenuhi kebutuhan  sosial  psikologisnya  sebagaimana  kebutuhan  akan  pendidikan, keluarga  berencana  (KB),  interaksi  intern  keluarga,  interaksi lingkungan  tempat  tinggal  dan  transportasi.  Indikator  nan dipergunakan  bagaikan  berikut:  a)  anggota  batih  melaksanakan ibadah sesuai agama yang dianut, b)  pada  galibnya seluruh anggota anak bini bersantap dua kali sehari alias lebih, c) seluruh anggota keluarga memiliki busana yang berlainan untuk di rumah, bekerja, sekolah dan berjalan,  d)  putaran  terluas  dari  lantai  rumah  bukan  tanah,  e)  bila anak asuh  atau  anggota  keluarganya  remai  dibawa  ke  sarana  atau  petugas kesehatan.

  3. Keluarga  sejahtera  II,  yaitu  keluarga  yang  selain  dapat  memenuhi kebutuhan  radiks  minimalnya  dapat  lagi  menetapi  kebutuhan  sosial psikologisnya,  tetapi  belum  dapat  memenuhi  kebutuhan pengembangannya  seperti  kebutuhan  lakukan  menabung  dan memperoleh  informasi.  Penunjuk  yang  dipergunakan  dari  lima indikator  pada  keluarga  sejahtera  I  ditambah  dengan  sembilan indikator  bagaikan  berikut:  f)  anggota  keluarga  melaksanakan  ibadah secara  koheren  menurut  agama  yang  dianut  per,  g) sekurang-kurangnya  seminggu  sekali  keluarga  menyempatkan  daging maupun  telur  atau  iwak  sebagai  iwak  pauk, h) seluruh  anggota  anak bini memperoleh paling invalid satu stel pakaian hijau setahun buncit, i) luas  keramik rumah paling adv minim 8,0    bakal tiap penghuni rumah, j) seluruh  anggota  tanggungan  intern  tiga  bulan  ragil  kaya  internal keadaan  fit  sehingga  bisa  melaksanakan  tugas  dan  fungsinya sendirisendiri,  k)  minimum  abnormal  satu  orang  anggota  tanggungan  yang berumur  15  tahun  keatas  mempunyai  penghasilan  tetap,  l)  seluruh anggota  batih  yang  berumur  10-60  tahun  bisa  membaca  karangan latin,  m)  seluruh  anak asuh  berumur  6-15  tahun  bersekolah,  n)  bila  anak hayat dua orang ataupun lebih pada keluarga nan masih PUS  (Pasangan Atma  Subur),  saat  ini  mereka  memakai  kontrasepsi  (kecuali  bila hamil).

  4. Tanggungan  sejahtera  III,  merupakan  keluarga  nan  telah  boleh memenuhi  kebutuhan  dasar  minimumnya  dan  kebutuhan  sosial psikologisnya  serta  sekaligus  dapat  menunaikan janji  kebutuhan pengembangannya, sekadar belum aktif privat usaha kemasyarakatan di lingkungan  desa  atau  wilayahnya.  Mereka  harus  menunaikan janji persyaratan  penunjuk  a)  sampai  dengan  horizon),  dan  memenuhi  syarat indikator o) sebatas dengan u) sebagai berikut: o)  punya  upaya untuk meningkatkan mualamat agama, p) sebagian terbit penghasilan boleh disisihkan untuk tabungan anak bini, q) kebanyakan makan bersama minimal  abnormal  sekali  sehari  dan  kesempatan  ini  dimanfaatkan  bikin berkomunikasi  antar  anggota  keluarga,  r)  turut  serta  privat  kegiatan masyarakat  di  lingkungan  bekas  dahulu,  s)  mengadakan  rekreasi bersama  di  luar  rumah  paling  rendah  sekali  dalam  heksa-  bulan,  t) memperoleh  berita  dengan  mengaji  surat  kabar,  majalah, mendengarkan  radio,  ataupun  menonton  televisi,  u)  anggota  keluarga mampu mempergunakan kendaraan transportasi.

  5. Tanggungan  sejahtera  III  plus,  anak bini  nan  sudah  boleh  menepati kebutuhan  sumber akar  minimumnya,  kebutuhan  sosial  psikologisnya  dan boleh  pula  memenuhi  kebutuhan  pengembangannya,  serta  sedarun secara teratur timbrung menyumbang privat kegiatan sosial dan aktif pula mengikuti propaganda semacam itu dalam mahajana.  Tanggungan-keluarga tersebut  memenuhi  syarat-syarat  a)  sampai  dengan  u)  dan  ditambah dua  syarat  merupakan:  v)  keluarga  atau  anggota  tanggungan  secara  teratur menerimakan  sumbangan  bagi  kegiatan  sosial  mahajana  privat bentuk materi, w) komandan tanggungan atau anggota keluarga  aktif sebagai pengurus perguruan tinggi, yayasan, atau institusi masyarakat lainnya.
Baca juga:   Hasil Perpangkatan Tiga Dari 12 Adalah

Suatu Keluarga Giat Menabung Untuk Memenuhi Kebutuhan

Source: https://www.psychologymania.com/2013/08/tahapan-keluarga-sejahtera.html