Tempat Yang Merupakan Pusat Perdagangan Dan Bandar Yaitu

By | 10 Agustus 2022

Tempat Yang Merupakan Pusat Perdagangan Dan Bandar Yaitu.

Pelabuhan yang terletak paling kecil ujung barat pulau Jawa yaitu pelabuhan Merak Banten dahulu dempet bagi masyarakat Indonesia andai pelabuhan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera.

Padahal menurut catatan ki kenangan, pelabuhan Karangantu di Banten ini tinggal merupakan pelabuhan ki akbar sekaligus bandar tertua di Pulau Jawa bagaikan gerbang gerbang perdagangan internasional untuk Nusantara (Indonesia). Berpangkal pelabuhan yang ada di Banten inilah menjadi bab keluar masuknya para saudagar atau pedagang-pengembara yang berlayar memasuki Nusantara. Ufuk
erletak sekitar 10 kilometer dari jantung kota Serang itu, pada abad ke-15 merupakan sebuah bandar pelabuhan terdahulu dalam penggalasan alam semesta. Kala itu, Banten nan masih berbentuk kota menjadi sebuah gelanggang transit untuk kolek perdagangan antarnegara. Kapal-kapal asing yang hadir di pelabuhan tertua di Jawa dengan nama Karangantu ini berasal terbit negara Persia, Arab, Cina, Inggris, Gujarat, Portugis dan Belanda.

Kesultanan Banten merupakan kerajaan maritim dan mengandalkan ekspor impor dalam menopang perekonomian kesultanan. Banten berkembang pesat jadi ii kabupaten pelabuhan dan kota perdagangan pada era Sultan Banten Pertama Maulana Hasanuddin putra kandung Syarif Hidayatullah alias lebih dikenal umpama Kanjeng sultan Gunung Jati. Pada era kepemimpinannya, ki akal pemerintahan dipindahkan berpangkal adegan hulu ke mulut sungai Sungai Cibanten dengan tujuan memudahkan aliansi dagang dengan pesisir Sumatera melalui Selat Sunda. Awalnya, pelabuhan Karangantu yaitu menjadi pelabuhan nelayan.

Puas musim itu Banten melihat adanya kemungkinan akibat keadaan dan kondisi perkulakan di Asia Tenggara nan sedang mengganas. Saat itu, pedagang dari mancanegara risau karena Malaka jatuh ke tangan Portugis, sehingga pedagang muslim yang tengah bermusuhan dengan Portugis berat siku berbimbing dagang dengan Malaka, sehingga para pedagang mengalihkan kolek perdagangan ke Selat Sunda. Mereka singgah di Karangantu. Sejak itu, Karangantu jadi sentral ekspor impor dunia semesta yang ramai disinggahi pedagang berpangkal Asia, Afrika, dan Eropa.

Monopoli atas perdagangan cili di Lampung, menempatkan penguasa Banten sekaligus sebagai pedagang perantara dan Kesultanan Banten berkembang pesat, menjadi riuk satu trik komersial yang penting puas masa itu. Perniagaan laut berkembang ke seluruh Nusantara, Banten menjadi kawasan multi-rasial. Dibantu manusia Inggris, Denmark dan Tionghoa, Banten berdagang dengan Persia, India, Siam, Vietnam, Filipina, Cina dan Jepang.

Baca juga:   Memberikan Pertolongan Pada Roll Belakang Dengan Cara Mengangkat

Tahun Sultan Ageng Tirtayasa (bertahta 1651-1682) dipandang sebagai hari kejayaan Banten. Puas periode itu Banten yaitu sebuah daerah dengan kota pelabuhan yang sangat ramai, serta dengan masyarakat yang terbuka dan makmur.

Di pangkal Sultan Ageng Tirtayasa, Banten memiliki bala yang berkelas, dibangun atas arketipe Eropa, serta pun sudah membayar orang Eropa bekerja plong Kesultanan Banten. Kerumahtanggaan mengamankan jalur pelayarannya Banten juga mengangkut armada lautnya ke Sukadana atau Kerajaan Tanjungpura (Kalimantan Barat sekarang) dan menaklukkannya tahun 1661.Pada tahun itu Banten sekali lagi berusaha keluar dari tekanan nan dilakukan VOC, yang sebelumnya telah melakukan blokade atas kapal-kapal dagang menuju Banten.

Bintik balik kehancuran Banten Lama terjadi saat bermula perang sipil antara Syah Haji dengan ayahnya, Sunan Ageng Tirtayasa. Sejak itu, pengaturan kesultanan Banten berangkat pudar. Banten Lama semakin ditinggalkan sesudah siasat pemerintahan dipindah ke Serang. Persinggahan Karangantu enggak lagi dilirik karena kondisi lingkungan akibat sedimentasi luluk nan tak memungkinkan kapal untuk mampir. Waktu keemasan pelabuhan ini berakhir lega abad ke-17.

Mengaram kondisi ini Perhubungan Laut tidak tinggal bungkam, dan umum anten sadar akankebesaran sejarah kekaisaran bahari yang pernah membesarkannya mengandalkan perdagangan dalam menopang perekonomiannya agar Banten menjadi kawasan multi etnis( Banten pron bila itu berdagang dengan
Persia, Vietnam, Filifina, Jepang, Korea).


KSOP Banten bersama masyarakat maritim berusaha mengejar ketertinggalannya, membangun sekali lagi perekonomian melalui transportasi laut berpedoman pada Undang – undang Nomor 17 Tahun 2008 adapun Pelayaran mendorong partisifasi swasta, badan propaganda milik negara dan badan kampanye hoki daerah bagi secara bersama dengan pemerintah mengelola pelabuhan pula menentang penggalasan kebangsaan dan internasional menatap marcapada kesejagatan.

Baca juga:   Kegiatan 9.7 Bahasa Indonesia Kelas 8

Tempat Yang Merupakan Pusat Perdagangan Dan Bandar Yaitu

Source: https://dephub.go.id/org/ksopbanten/sejarah