Tokoh Jahat Dalam Surah Al Fil Adalah

By | 14 Agustus 2022

Tokoh Jahat Dalam Surah Al Fil Adalah.

Surah Al Fil –
Buat kaum muslim, membaca Al-Quran dan memafhumi isinya adalah kewajiban nan telah digariskan internal kitab masif itu sendiri. Bahkan terdapat juga disiplin mantra agama Islam ini yang mempelajari akan bagaimana surah-surah Al-Quran dan hadits ditafsirkan, merupakan n domestik Ilmu Tafsir. Pelecok satu surah yang wajib dipahami ini merupakan Surah Al Fil yang mana lagi ialah surah pendek sehingga mudah cak bagi diajarkan kepada anak-anak asuh. Biarpun Surah Al Fil adalah surah sumir, semata-mata isinya yakni mengenai bagaimana kebesaran Allah SWT.

Surah Al Fil sering juga disebut sebagai surah gajah, sebab privat lima ayat tersebut mengobrolkan mengenai bagaimana angkatan gajah timbrung andil kerumahtanggaan menjaga Ka’bah bersumber serangan kaum Abrahah. Yap, binatang gajah yang memiliki tubuh besar dan kuat itu terlebih memufakati kebesaran Yang mahakuasa SWT. Habis, bagaimana sih ayat dan terjemahan bersumber surah Al Fil ini? Bagaimana sekali lagi kisah di balik rakitan surah Al Fil ini? Cukuplah, supaya
Grameds
memahami akan hal-hal tersebut, yuk simak ulasan berikut!

https://www.pexels.com/

Ayat dan Terjemahan Al Fil


أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

a lam tara kaifa fa’ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīl

  1. Apakah kamu tidak mengkritik bagaimana Tuhanmu telah bermain terhadap tentara bergajah?


أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ

a lam yaj’al kaidahum fī taḍlīl

  1. Bukankah Dia telah menjadikan semu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?


وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ

wa arsala ‘alaihim ṭairan abābīl

  1. dan Kamu membawa kepada mereka burung yang berbondong-bondong,


تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ

tarmīhim biḥijāratim min sijjīl

  1. yang melempari mereka dengan bujukan (berasal) dari tanah nan hangus,


فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ

fa ja’alahum ka’aṣfim ma`kụl

  1. lalu Anda menjadikan mereka sama dengan daun-daun yang dimakan (ulat).

Keutamaan Membaca Surah Al Fil

Berhubung surah Al Fil ini hanya memiliki panca ayat saja, maka boleh lagi diajarkan kepada momongan-anak supaya dapat dibaca momen tengah menjalankan ibadah salat fardhu maupun salat sunnah. Nah, berikut merupakan beberapa keutamaan mengaji surah Al Fil:

  • Apabila tengah terlibat kerumahtanggaan sebuah pertikaian atau pertempuran, maka surah ini InsyaAllah boleh menyerahkan rasa takut dan was-was kepada musuh.
  • Menjauhkan berpangkal tangan-tangan jahat, terutama jika dibaca ketika salat shubuh bersamaan dengan surah Al-Insyirah.
  • Apabila dibaca secara rutin, maka diri kita akan mendapatkan sambung tangan terutama ketika tengah menghadapi permasalahan yang rumit.
  • Dimurahkan rezekinya makanya Almalik SWT.
  • Apabila ditanamkan dalam diri anak asuh sejak dini, maka akan memberikan asisten kepada mereka bahwa sambung tangan Almalik SWT akan cak acap sanding kerumahtanggaan mereservasi umat-Nya berpunca niat-niat jahat.

Mempelajari Kisah Kaum Abrahah nan Membidas Ka’bah

Surah Al Fil ialah surah nan menceritakan bagaimana bangsa Arab mengalahkan suku bangsa Abrahah yang mana berharap cak bagi mencaci Ka’bah. Sampai-sampai pasukan gajah yang dibawa oleh suku bangsa ini sekonyongkonyong menolak cak bagi dikendalikan momen hendak menuju ke kota suci tersebut.

Kondisi Hayat Agama Bangsa Arab

Sebelum membahas lebih lanjut bagaimana kisah kaum Abrahah yang mengupas Ka’bah sekadar para pasukan gajahnya menolak cak bagi dikendalikan, akan kian baik jika
Grameds
memahami bagaimana kondisi kehidupan agama puas bangsa Arab nan mana sebagian besar masih menyembah berhala.

Pada kala itu, masyarakat Arab sudah memeluk bermacam-macam agama, yang paling kecil tersohor merupakan penyembahan terhadap berhala alias paganisme. Menurut Syalabi, penyembahan berhala ini mulai sejak detik orang-orang Arab pergi ke luar kota Mekah. Mereka mensucikan alai-belai dan menyembahnya dimanapun mereka kreatif. Nah, lama-kelamaan dibuatlah patung alai-belai nan kemudian disembah dan malah mereka berkeliling mengitarinya, dan di saat-detik tertentu mereka juga masih mengunjungi Ka’bah. Mereka masuk memindahkan patung-reca batu tersebut di sekitaran Ka’bah nan jumlahnya sekitar 360 biji pelir.

Baca juga:   Membaca Tanda Tanda Karya Taufik Ismail

Namun, suka-suka lagi sejumlah bangsa Arab nan lain mengikuti paganisme ini, di antara mereka yaitu Waraqah ibn Naufal dan Usman ibn Huwairits yang menganut agama Masehi. Agama Masehi ini dipeluk oleh para masyarakat Yaman, Najran, dan Paduka tuan. Tentatif itu, agama Yahudi bertambah banyak dipeluk makanya penduduk Yahudi yang merupakan imigran di Yaman dan Yasrib. Tidak doang itu sama, ada jua agama Majusi (Mazdakisme) yakni agama bagi para sosok-orang Persia.

Terimalah, para pengikut agama Serani ini masih saling berselisih suatu sama lain, terutama ketika agama Yahudi telah ikut ke daerah Yaman. Semakin berkembangnya perian, maka semakin banyak pula agama lain yang ikut, salah satunya adalah agama Nasrani yang disebarkan oleh orang-orang Habsyah dan Romawi.

Bidang Bokong Penyerangan Pasukan Abrahah Terhadap Ka’bah

Puas waktu pra-Selam di Yaman, terletak perang antara Najasyi dengan Dzu Nuwas yang membentuk kekalahan plong pasukan Dzu Nuwas. Akibat hal itu, daerah Yaman pun menyatu dalam keseleo satu area Habasyah dengan menyanggang Abrahah seumpama gubernur di sana. Abrahah n kepunyaan keinginan kuat buat memulihkan juga agama Nasrani dan menimpali kekuatannya di negeri Yaman.

Ibn Ishaq juga menarikhkan bahwa ketika Abrahah al-Asyram al-Habsyi menguasai Yaman, Abrahah melihat banyak manusia nan pergi ke wilayah Mekkah bakal beribadah haji, tepatnya di Baitul Haram dan berziarah ke Ka’bah. Abrahah nanang bagaimana prinsip cak bagi merampas lambang kesucian dari kota tersebut. Maka dari itu, dirinya pun berharap bikin menghancurkan Ka’bah supaya orang-orang bertambah terseret menuju ke negerinya, tepatnya untuk membujuk mereka supaya berpindah ke agamanya. Itulah mengapa dirinya membangun sebuah basilika di Sana’a.

Lantas, Abrahah pun berangkat membangun katedral megah dengan bangunan yang menjulang pangkat dan seluruh penjurunya dipenuhi dengan hiasan. Para awam Arab menjulukinya ibarat al-Qullais karena ketinggiannya. Saking tingginya, orang-hamba allah yang melihatkan sampai mengadahkan pejabat sehingga pecinya dekat jatuh berasal atasan. Belaka sesudah gereja itu dibangun, para masyarakat Arab terkadang tidak berpaling ke Yaman dan mereka tetap berkunjung ke Ka’bah. Bahkan, Abrahah juga melihat bahwa sebagian penduduk Yaman pun meninggalkan gereja yang dibangunnya dan melembarkan menuju pergi ke Mekkah.

Setakat karenanya, muncullah perselisihan yang dimulai ketika bangsa Arab merasa marah karena momen terdapat palagan ibadah tidak yang hendak menyamai Baitul Haram dan patung-patung berhala mereka. Untuk melajukan omelan tersebut, mereka sengaja menghinakan rumah Abrahah dan mengutus koteng laki-junjungan bagi membuat kerusakan di kerumahtanggaan gereja.

Penyerbuan Pasukan Abrahah ke Mekah

Ketika para penjaga basilika mengawasi bahwa hal gereja telah dirusak oleh orang-orang Quraisy, maka mereka buru-buru melaporkannya kepada Abrahah. Para penjaga gereja ini berkata
“Senyatanya yang mutakadim mengamalkan ini yaitu sejumlah orang Quraisy, mereka marah karena rumah mereka ditandingi dengan gedung ini”. Menurut beberapa sumur, pelecok satunya dari Muqatil polong Sulaiman berkata bahwa bilang cowok Quraisy memasuki gereja dan menggelorakan apapun di dalamnya, sehingga bangunan yang tutung dengan cepat ambruk ke persil.

Setelah memahami keadaan tersebut, tentu saja Abrahah berang sebatas emosinya menyala. Kemudian, dirinya bersumpah akan menghancurkan Ka’bah dan memaui balas kepada para sosok-individu Quraisy. Dirinya pula bersumpah bahwa tak akan mati sebelum mereka bertelur menarik lever anak adam-bani adam Arab dari Ka’bah dan mempertandingkan wajah mereka ke gerejanya.

Baca juga:   Plastik Yang Tergolong Plastik Termoseting Adalah

Abrahah dengan segera mempersiapkan pasukannya untuk menyerang Mekkah dan menghancurkan Ka’bah. Pasukannya ini terdiri atas barisan infanteri dan kavaleri, tercatat kembali para penunggang gajah. Bersama pasukannya, Abrahah membidik Mekkah untuk menghancurkan konstruksi suci tersebut. Ketika mendengar bahwa pasukan Abrahah tengah bergerak bagi menghakimi dan menenggelamkan Ka’bah, para basyar-individu Arab tersentak. Makanya sebab itu, seorang bangsawan Yaman yang dijuluki Dzu Nafar bergegas lamar kaumnya kerjakan melarikan diri. Dirinya pun mengajak para penduduk Yaman dan bangsa Arab bakal memerangi Abrahah tetapi kalah. Sehingga dirinya harus ditawan dan disuruh menemani Abrahah dalam perjalanannya.

Selama perjalanan, sebenarnya laskar Abrahah ini sudah dihadang oleh kabilah-kabilah Arab cuma para kabilah tersebut sudah lalu dikalahkan. Meskipun demikian, kekalahan tersebut lain melemahkan jiwa nasion Arab cak bagi memerangi bala Abrahah. Banyak masyarakat Arab yang terpukau kerjakan bertindak patriotisme dengan tetap mereservasi flat dan agama mereka. Sayangnya, mereka semua kalah karena pasukan Abrahah jauh lebih kuat.

Abrahah semakin berketentuan diri tentunya buat menyerang Ka’bah. Momen pasukan Abrahah singgah di al-Mughammas, dirinya utus salah satu pasukannya cak bagi merampas harta penduduk Tihamah dan harta orang Mekkah lainnya. Di antara harta rampasan tersebut, ada 200 unta properti Abdul Muththalib ibn Hasyim. Teristiadat diketahui
ya Grameds, bahwa lega perian itu, Abdul Muththalib adalah orang nan bertugas menyerahkan air minum kepada para jamaah haji dan menjadi otak terhormat bagi kaumnya.

Setelah melangkaui berbagai rupa perundingan secara baik-baik maka itu pihak Abdul Muththalib, karenanya masih sama yaitu Abrahah tegar hendak melangsungkan invasi terhadap Mekkah. Apalagi para pemuka Mekkah juga menawari Abrahah dengan sepertiga kekayaan Tihamah supaya dirinya menyangkarkan niat bikin menghancurkan Ka’bah. Sayangnya, Abrahah enggan mendengarkan permintaan tersebut dan penduduk Mekkah merasa bingung dan sedih.

Abdul Muththalib pun menyarankan warga kota bagi menyingkir ke puncak gunung demi keselamatan mereka dan untuk menghindari aib kekalahan. Mereka melakukan pengungsian tersebut lega malam hari dan suasana ii kabupaten menjadi gaduh dan orak-arik. Orang-turunan berdesakan di pegunungan dan menepati jalan. Kritik teriakan manusia-bani adam berbaur dengan suara gamal, kambing, dan jerit tangis cewek serta anak-momongan.

Provisional itu, Abdul Muththalib bersama beberapa pemuka Quraisy berorientasi Ka’bah untuk melindunginya. Secara bersama, mereka memegang pintu Ka’bah bertepatan sembahyang, memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga menguburkan mereka dari ofensif pasukan Abrahah. Usai sembahyang, mereka naik ke gunung-gunung dan menunggu apa yang hendak dilakukan maka itu pasukan Abrahah terhadap Ka’bah.

Kisah Gajah yang Tunduk Kepada Allah SWT

Esok paginya, Abrahah telah bersiap diri untuk memasuki Mekkah termasuk dengan gajah beserta pasukannya. Gajah yang ditunggangi oleh Abrahah bernama Mahmud. Wajib diketahui bahwa penjaga gajah bernama Nufail bin Habib al-Khats’am adalah salah satu bagian terbit kabilah Arab yang sebelumnya mutakadim diminta oleh Abdul Muththalib untuk membantunya. Nah, Nufail bin Habib kembali datang berbisik di kuping-telinga gajah,
“Merunduklah dan pulanglah ke tempat asal kalian, sebab kalian berada di rumah Yang mahakuasa SWT yang dimuliakan”. Lantas, gajah-gajah tersebut juga merunduk dan Nufail berlari menuju ke pegunungan bagi berlindung.

Pasukan Abrahah memukul para gajah tersebut supaya mereka merembas, bahkan beberapa ada nan dipukuli dengan kapak lega penggalan kepala, tetapi mereka tegar tidak kepingin berdiri. Kemudian, pasukan Abrahah pun mengarahkan gajah-gajah itu ke arah Yaman dan mereka kambuh berjalan. Cuma, saat bala Abrahah mengarahkannya ke Mekkah, gajah-gajah itu juga diam.

Mendadak, kehendak Allah SWT cak bertengger bakal mengebankan penghancuran Ka’bah tersebut. Allah SWT membawa setumpuk butuh yang membawa batu-bisikan kecil di paruhnya dan melemparkannya ke arah pasukan Abrahah. Dalam sekejap mata, kepala dan raga para pasukan Abrahah tercabik-cabik dan mayatnya berjelapak di jalan. Abrahah karuan saja tak luput dari serangan tersebut, tetapi bukan refleks meninggal dunia. Saat itulah, dirinya merasakan ketakutan yang luar lazim dan memerintahkan pasukannya yang sederhana untuk sekali lagi ke Yaman. Akhirnya, Abrahah boleh mencapai kota Shan’a secara sendirian dengan kondisi yang lenyai.

Baca juga:   Di Bawah Ini Yang Bukan Termasuk Pelaku Kegiatan Ekonomi Adalah

Tuhan SWT mutakadim melindungi rumah suku bangsa Quraisy dan menjaga kehormatan mereka. Peristiwa menakjubkan itu semakin menambah keyakinan akan kesucian kota Mekkah dan lebih percaya diri untuk mempertahankan kota tersebut mulai sejak siapapun yang hendak menodai kesuciannya. Atas kejadian tersebut lagi menandai kelahiran dari Nabi Muhammad SAW. Ibn Qutaibah bercakap bahwa para ahli telah sepakat bahwasanya Rasulullah SAW lahir pada tahun gajah.

Penafsiran Surah Al Fil Menurut Buya Hamka

Surah Al Fil yang menceritakan kekalahan armada Abrahah ketika hendak menghancurkan Ka’bah ini lagi ditafsirkan maka itu Buya Hamka. Dalam Kata tambahan al-Azhar, disebutkanlah bahwa Abrahah adalah duta raja atau gubernur nan sudah mendirikan sebuah gereja di Shan’a dengan diberi jenama al-Qullais. Pembuatan dom tersebut pun menciptakan menjadikan Abrahah mengutus plong Najasyi untuk menghamburkan berita tersebut ke nasion Arab. Bangsa Arab setelah mendengar berita tersebut tentu saja nanar dan mereka pun mengutus salah satu bani adam bagi menciptakan menjadikan kerusakan di katedral tersebut.

Berita perusakan gereja sampai pun di telinga Abrahah dan dirinya lewat berang. Abrahah bersumpah lakukan pergi ke Mekkah dan menghancurkan Ka’bah. Setelah siap berangkat menuju Mekkah, dirinya beserta bala panjat gajah. Gajah yang dinaiki makanya Abrahah bernama Mahmud.

“Apakah kamu tidak melihat apa nan diperbuat Tuhanmu terhadap armada bergajah?”, maka datanglah masa ketika gajah-gajah tersebut tidak mau tegak, sekalipun dipukul kepalanya menggunakan tongkat nan ujungnya runcing. Lalu, ditariklah kekangan terhadapnya ke negeri Yaman, barulah gajah-gajah itu segera berdiri dan bepergian. Saja, saat diarahkan menuju ke Mekkah, gajah-gajah itu sekali lagi duduk dan tidak mau bergerak.

“Bukankah dia sudah lalu menjadikan pusat upaya mereka itu sia-sia yaitu kampanye nan semacam itu sombong dan besar, barang apa pamrih hendaknya menghancurkan Ka’bah itu batil sekadar dan gagal. Lalu, Allah SWT mengirimkan ke atas mereka kalam-kontol yang berduyun-duyun datang dari laut, menggebok mereka (pasukan Abrahah) dengan rayuan siksaan yang mengandung azab. Batu itu terbit dari api neraka nan membawa bibit penyakit cacar, lalu Dia jadikan mereka layaknya daun kayu yang dimakan ulat. Tubuh mereka terserang penyakit cacar dan seluruh tubuh akan ditumbuhi bisul yang panas, bahkan ada nan sampai bertaruk di mata.”

Nah, itulah ulasan mengenai surah Al Fil dan bagaimana kisah di balik penciptaannya yang melibatkan ketundukan gajah kepada Almalik SWT. Apakah
Grameds
mutakadim hafal dengan surah Al Fil ini?

Sumber:

HARAHAP, K. T. (2019).
Pesan Moral Tarbawi Dalam Al-Qur’an Surat Al-Fîl Mengenai Kisahan Fasad Pasukan Abrahah Suatu Tinjauan Tafsir Tematik
(Doctoral dissertation, Universitas Selam Negeri Yang dipertuan Syarif Kebiri Riau).

Baca Juga!

  • Mukjizat Rasul Imani dan Kisahnya Bersama Kaum Tsamud
  • Mengenal Beraneka rupa Aliran Sesat di Indonesia dan Dunia
  • Tahmid Selamat Dunia Akhirat
  • Apakah Menangis Dapat Membatalkan Puasa?
  • Surah Al-Falaq: Arab, Latin, Makna, dan Keutamannya
  • Signifikasi dan Wujud Bersumber Mushaf
  • Makna Lauhul Mahfudz
  • 10 Faedah Membaca Al-Alquran, Apa Saja Ya?
  • Pengertian Al-Quran dan Hadits
  • Pengertian dan Album Ilmu Burung
  • Macam-Macam Harakat dan Pendirian Melafalkannya

Tokoh Jahat Dalam Surah Al Fil Adalah

Source: https://www.gramedia.com/literasi/surah-al-fil/