Unsur Unsur Bangun Ruang Sisi Datar

By | 12 Agustus 2022

Unsur Unsur Bangun Ruang Sisi Datar.

A.KUBUS

Kardus adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh enam parasan sisi yang berbentuk bujur sangkar. Kubus n kepunyaan 6 sebelah, 12 rusuk dan 8 titik sudut. Kubus juga disebut satah enam beraturan, selain itu juga yakni tulang beragangan unik dalam prisma segiempat.

Unsur-anasir Kubus

1. Titik Sudut

Noktah kacamata pada kubus adalah titik temu maupun titik potong ketiga rusuk (bintik pojok kardus).

Lega kubus ABCD.EFGHterdapat 8 buah bintik sudut yaitu :
A,B,C, D,E,F,G,H,
(sudut disimbolkan dengan

)


2. Rusuk Kubus

Rusuk dus merupakan garis tikam antara sisi-arah kardus. Penulisan ataupun penamaan rusuk menggunakan notasidua huruf kapital.
Pada kubus ABCD.EFGHterletak12 rusuk yang setara panjang ialah :
Rusuk Alas : AB, BC, CD, AD
Rusuk Tegak : AE, BF, CG, DH
Rusuk Atas :  EF, FG, GH, EH

3. Bidang / Sisi Kubus

Bidang / arah kubus ialah :

  1. Sebelah alas = ABCD
  2. Sebelah atas = EFGH
  3. Sebelah depan = ABFE
  4. Sisi belakang = CDHG
  5. Jihat kiri = ADHE
  6. Sisi kanan = BCGF

Sisi / Satah ABCD = EFGH = ABFE = CDHG = ADHE = BCGF

4. Diagonal Sisi / Rataan

Diagonal sebelah / bidang adalah ruas garis yang menghubungkan dua noktah sudut bertatap sreg sebuah sisi kardus.

Hierarki diagonal arah AC = BD = EG = HF = AF = BE = CH = DG = AH = DE = BG = CF

5. Diagonal Ira

Diagonal ruang sebuah kubus ialah ruas garis nan menghubungkan dua titik sudut bertatap dalam kubus. Diagonal ruang dus berpotongan di tengah-tengah dus.

Panjang diagonal urat kayu AG = BH = CE = DF
Terdapat 4 buah diagonal ira sreg sebuah kardus dengan jenjang sama.

6. Bidang Diagonal

Bidang diagonal kubus adalah permukaan yang memuat dua rusuk bertatap dalam suatu kubus. Permukaan diagonal kubus berbentuk persegi panjang.
Terdapat 6 buah bidang diagonal, yaitu : ACGE, BDHF, ABGH, CDEF, ADGF, BCHE
Bidang diagonal ACGE = BDHF = ABGH = CDEF = ADGF = BCHE

Source:http://genius.smpn1-mgl.sch.id/file.php/1/Kartun/ilmu hitung/Kubus/materi02.html

B. Balok

Banyak sekali benda-benda di sekitarmu yang memiliki lembaga begitu juga balok. Misalnya, peti korek api, dus air mineral, kardus mie instan, batu merah, dan bukan-lain. Mengapa benda-benda tersebut dikatakan berbentuk balok? Cak bagi menjawabnya, cobalah perhatikan dan pelajari uraian berikut.

1. Pengertian Balok

Perhatikan gambar kotak pemantik api lega Gambar 8.12 (a). Jika kotak korek api tersebut digambarkan secara geometris, hasilnya akan tertentang seperti pada Gambar 8.12 (b) . Bangun ruang ABCD.EFGH plong rangka tersebut memiliki tiga pasang arah berhadapan nan setara rancangan dan ukurannya, di mana setiap sisinya berbentuk persegipanjang. Siuman ruang sama dengan
ini disebut balok. Berikut ini merupakan unsur-unsur yang dimiliki makanya balok ABCD.EFGH pada Gambar 8.12 (b) .

a. Sisi/Permukaan
Arah balok ialah bidang yang mewatasi satu balok. Bermula Bentuk 8.12 (b), terlihat bahwa balok ABCD.EFGH memiliki 6 buah sisi berbentuk persegipanjang. Keenam sisi tersebut adalah ABCD (sisi bawah), EFGH (sisi atas), ABFE (sisi depan), DCGH (sebelah bokong), BCGF (sisi samping kidal), dan ADHE (jihat samping kanan). Sebuah balok memiliki tiga pasang
sisi yang berhadapan nan proporsional bentuk dan ukurannya. Ketiga pasang jihat tersebut adalah ABFE dengan DCGH, ABCD dengan EFGH, dan BCGF dengan ADHE.

b. Rusuk

Sama sebagai halnya dengan kubus, balok ABCD.EFGH memiliki 12 rusuk. Coba perhatikan lagi Gambar 8.12 (b) secara seksama. Rusuk-rusuk balok ABCD. EFGH adalah AB, BC, CD, DA, EF, FG, GH, HE, AE, BF, CG, dan HD.

c. Noktah Ki perspektif

Dari Rancangan 8.12 , terlihat bahwa balok ABCD.EFGH punya 8 tutul ki perspektif, yaitu A, B, C, D, E, F, G, dan H. Ekuivalen halnya dengan dus, balok pun punya istilah diagonal bidang, diagonal ira, dan satah diagonal. Berikut ini adalah uraian akan halnya istilah-istilah berikut.

d. Diagonal Parasan

Coba sira perhatikan Gambar 8.13 . Ruas garis AC yang melintang antara dua noktah kacamata yang saling berhadapan pada satu bidang, yakni titik sudut A dan titik sudut C, dinamakan diagonal satah balok ABCD.EFGH. Coba anda sebutkan diagonal satah nan bukan dari balok pada Gambar 8.13 .

e. Diagonal Pangsa

Ruas garis CE yang merintih dua titik sudut C dan E plong balok ABCD.EFGH sebagai halnya pada Gambar 8.14 disebut diagonal ruang balok tersebut. Makara, diagonal ruang terbentuk berpangkal ruas garis yang mengikat dua noktah sudut yang saling bertatap di dalam satu pulang ingatan ruang. Coba kamu sebutkan diagonal ruang yang lain pada Gambar 8.14 .

f. Bidang Diagonal

Masa ini, perhatikan balok ABCD.EFGH pada Tulangtulangan 8.15. Terbit gambar tersebut terlihat dua biji pelir diagonal rataan yang separas, ialah diagonal rataan HF dan DB. Kedua diagonal rataan tersebut beserta dua rusuk balok yang sekelas, adalah DH dan BF membuat sebuah latar diagonal. Bidang BDHF yaitu bidang diagonal balok ABCD.EFGH.

Baca juga:   Bagaimana Hukumnya Apabila Salah Satu Rukun Umrah Tidak Terpenuhi

2. Sifat-Sifat Balok

Balok memiliki sifat nan dekat sama dengan karton. Amatilah balok ABCD. EFGH pada gambar di sam. ping. Berikut ini akan diuraikan kebiasaan-resan balok.

a. Jihat-sisi balok berbentuk persegipanjang.

Coba engkau perhatikan sebelah ABCD, EFGH, ABFE, dan seterusnya. Sisi-sisi tersebut n kepunyaan bentuk persegipanjang. Kerumahtanggaan balok, minimal memiliki dua pasang jihat yang berbentuk persegi panjang.

b. Rusuk-rusuk yang setara memiliki dimensi sama strata.

Perhatikan rusuk-rusuk balok pada rajah disampin.g Rusuk-rusuk yang sejajar sebagaimana AB, CD, EF, dan GH memiliki ukuran yang setara panjang begitu pula dengan rusuk AE, BF, CG, dan DH memiliki matra yang sama panjang.

c. Setiap diagonal bidang puas sebelah yang berhadapan memiliki ukuran sama panjang.

Dari gambar terlihat bahwa strata diagonal bidang pada sebelah yang berhadapan, yaitu ABCD dengan EFGH, ABFE dengan DCGH, dan BCFG dengan ADHE n kepunyaan dimensi yang sepadan panjang.

d. Setiap diagonal ruang pada balok memiliki ukuran ekuivalen pangkat.

Diagonal ruang pada balok ABCD.EFGH, adalah AG, EC, DF, dan HB punya panjang yang setimbang.

e. Setiap bidang diagonal pada balok n kepunyaan gambar persegipanjang.

4. Jala-jala Balok

Selaras halnya dengan kardus, jejala-jaring balok diperoleh dengan cara menyibakkan balok tersebut sehingga terlihat seluruh permukaan balok. Coba beliau perhatikan alur pembuatan net-jaring balok yang digambarkan plong Rangka 8.16

Image:ruang_13.jpg

Image:ruang_14.jpg

5. Luas Permukaan Balok

Cara menghitung luas permukaan balok seperti mana cara menghitung luas latar kardus, yaitu dengan menghitung semua luas pukat-jaringnya. Coba ia perhatikan gambar berikut.

Image:ruang_15.jpg

Image:ruang_16.jpg

6. Volume Balok

Proses penurunan rumus balok memiliki kaidah yang setinggi seperti lega kubus. Caranya adalah dengan menentukan suatu balok satuan yang dijadikan teoretis untuk balok yang tidak. Proses ini digambarkan pada Gambar 8.18 . Coba cermati dengan saksama.

Image:ruang_17.jpg

Gambar 8.18 menunjukkan pembentukan bineka balok dari balok ketengan. Gambar 8.18 (a) adalah balok ketengan. Bikin membuat balok sama dengan puas Tulangtulangan 8.18 (b) , diperlukan 2 × 1 × 2 = 4 balok satuan, sementara itu bagi mewujudkan balok sebagai halnya plong Lembaga 8.18 (c) diperlukan 2 × 2 × 3 = 12 balok satuan. Hal ini menunjukan bahwa volume suatu balok diperoleh dengan cara mengalikan dimensi panjang, lebar, dan tangga balok tersebut.

Image:ruang_18.jpg

Bikin lebih jelasnya coba, pelajari Model Soal 8.7 berikut ini.

Image:ruang_19.jpg

Image:ruang_20.jpg

C. Prisma

1. Konotasi Prisma

Coba kamu perhatikan benda-benda berikut ini.

Image:ruang_21.jpg

Kamu tentu sudah melihat benda-benda nan ditunjukkan sreg rancangan di atas. Susuk tersebut ogok .  Sepotong kue dan kotak kado. Benda-benda tersebut memiliki bentuk yang dahulu khusus. Jika digambarkan secara geometris, benda-benda tersebut akan tampak seperti pada gambar berikut ini.

Image:ruang_22.jpg

Berbeda dengan kardus dan balok, pulang ingatan ruang ini memiliki kekhasan khas. Coba perhatikan bangun ruang tersebut memiliki kerangka hutan dan atap yang sebabat rangka dan aturannya. Selain itu, semua sisi babak samping berbentuk persegipanjang bangun ruang ini dinamakan prisma. Molekul-unsur segala sahaja yang dimiliki oleh prisma? Coba perhatikan prisma
segienam ABCDEF.GHIJKL pada gambar 8.19 . Dari rang tersebut, terlihat bahwa prisma segienam tersebut memiliki unsur-unsur sebagai berikut.

a. Sisi/Bidang
Terwalak 8 sisi atau parasan yang dimiliki oleh prisma segienam, yaitu ABCDEF (sisi alas), GHIJKL (sisi atas), BCIH (sebelah depan), FEKL (sebelah belakang), ABHG (sisi depan kanan), AFLG (sebelah birit kanan), CDJI (sisi depan kiri), dan DEKJ (jihat belakang kiri).

b. Rusuk
Dari Rang 8.19 , terlihat bahwa prisma segienam ABCDEF.GHIJKL memiliki 18 rusuk, 6 di antaranya adalah rusuk tegak. Rusuk-rusuk tersebut adalah AB, BC, CD, DE, EF, FA, GH, HI, IJ, JK, KL, LG, dan rusuk-rusuk tegaknya yakni AG, BH, CI, DJ, EK, FL.

c. Bintik Tesmak
Prisma segienam ABCDEF.GHIJKL memiliki 12 titik sudut. Dari Gambar 8.19 , terlihat bahwa titik-titik sudut tersebut yakni A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, dan L. Selain unsur-unsur nan telah disebutkan, prisma pula memiliki istilah diagonal bidang dan bidang diagonal. Kerjakan makin jelasnya, coba kamu perhatikan dan pelajari uraian berikut.

d. Diagonal Permukaan
Coba sira perhatikan prisma segienam ABCDEF. GHIJKL puas Gambar 8.20. Dari gambar tersebut terlihat ruas garis BG nan terletak di sebelah depan kanan (sisi samar muka) ditarik dari dua titik tesmak yang ganti berhadapan sehingga ruas garis BG disebut sebagai diagonal permukaan lega bidang prisma segienam ABCDEF. GHIJKL. Begitu pula dengan ruas garis CJ pada bidang CDIJ. Ruas garis tersebut merupakan diagonal bidang pada prisma segienam ABCDEF. GHIJKL. Coba sira sebutkan diagonal latar yang lain dari prisma segienam pada Gambar 8.20 .

e. Bidang Diagonal
Sekarang, coba dia perhatikan prisma segienam ABCDEF.GHIJKL lega Lembaga 8.21 . Pada prisma segienam tersebut, terdapat dua buah diagonal bidang yang setinggi yaitu BI dan FK. Kedua diagonal bidang tersebut beserta ruas garis KI dan FB membentuk suatu bidang di internal prisma segienam ABCDEF.GHIJKL. Permukaan tersebut ialah meres BFKI yang adalah bidang diagonal prisma segienam. Coba kamu sebutkan bidang diagonal nan lain bermula prisma segienam plong Gambar 8.21.

Baca juga:   Aktivitas Individu Ips Kelas 7 Hal 145

Image:ruang_23.jpg

Image:ruang_24.jpg

2. Adat-Aturan Prisma

Perhatikan prisma ABC.DEF pada gambar di samping. Secara umum, sifat-aturan prisma adalah sebagai berikut.

a. Prisma mempunyai bentuk jenggala dan atap yang kongruen.
Pada buram terlihat bahwa segitiga ABC dan DEF memiliki matra dan bentuk yang sama.

b. Setiap sisi penggalan samping prisma berbentuk persegipanjang. Prisma
segitiga puas bagan dibatasi makanya tiga persegipanjang di setiap arah sampingnya, yakni ABED, BCFE, dan ACFD.

c. Prisma mempunyai rusuk takut.
Perhatikan prisma segitiga sama pada kerangka. Prisma tersebut memiliki tiga biji pelir rusuk mengirik, yaitu AD, BE, dan CF. Rusuk tersebut dikatakan tegak karena letaknya remang literal terhadap bidang hutan dan atas. Dalam kondisi bukan, ada juga prisma yang rusuknya tidak kabur, prisma tersebut disebut prisma arah genyot.

d. Setiap diagonal satah pada sisi nan sama mempunyai ukuran yang setimpal.
Prisma segitiga ABC.DEF pada gambar diagonal satah puas jihat ABED punya ukuran nan sama panjang. Perhatikan bahwa AE = BD, BF = CE, dan AF = CD.

3. Batik Prisma

Sama sebagaimana menggambar kubus dan balok, menggambar prisma pun akan bertambah baik dilakukan pada daluang berpetak. Misalkan, prisma yang digambar ialah prisma segitiga. Berikut ini merupakan langkah-langkah nan harus dilakukan n domestik menggambar prisma segitiga.

a. Langkah mula-mula, gambarlah sebuah segitiga sama, baik segitiga tikungan-siku, proporsional arah, setinggi kaki, maupun segitiga sama kaki sebarang. Segitiga tersebut dolan sebagai sisi atas dari sebuah prisma. Sreg Gambar 8.22 (a), segitiga yang dibuat merupakan segitiga ABC (segitiga sama kaki sebarang).

b. Kemudian, bersumber setiap ujung segitiga ABC, ialah titik A, B, dan C, dibuat garis lurus dengan arah vertikal. Puas Susuk 8.22 (b) , terbantah terserah tiga ruas garis nan ditarik dari ujung-ujung segitiga ABC. Tiga ruas garis itu yakni ruas garis AD, BE, dan CF yang semuanya memiliki ukuran sama panjang. Tiga ruas tersebut yaitu rusuk ngeri dari prisma yang akan dibuat.

c. Anju seterusnya, hubungkan ujung ruas garis yang mutakadim dibuat. Karenanya yakni sebuah sisi/bidang DEF nan merupakan sebelah alas terbit prisma segitiga sama. Perlu diingat garis DF digambar buntung-abtar karena garis tersebut terwalak di belakang prisma.

Image:ruang_25.jpg

4. Sauk-sauk-jaring Prisma

Seser-jala prisma diperoleh dengan cara meracik bilang rusuk prisma tersebut sedemikian sehingga seluruh latar prisma terlihat. Misalkan, prisma yang akan dibuat jaring-jaringnya adalah prisma segitiga. Berikut ini yaitu galur pembuatan jaring-jaring prisma segitiga. Coba sira perhatikan Gambar 8.23 dengan saksama.

Image:ruang_26.jpg

Dari Gambar 8.24 , terlihat bahwa ambai-jaring prisma memiliki tiga persegipanjang andai sisi tegak dan dua segitiga sama kaki sebagai jihat hutan dan sisi atas. Berikut ini ialah berapa jala-jala prisma segitiga sama kaki nan lain.

Image:ruang_27.jpg

Terwalak beberapa variasi bentuk jala-jala prisma segitiga yang dapat dibuat. Semuanya bergantung plong cara rajang bilang rusuk prisma segitiga sama kaki tersebut. Coba beliau tentukan bentuk jala-jala prisma segitiga sama kaki nan tak.
Sekarang, bagaimana dengan jaring-jaring prisma nan bukan? Misalnya, prisma segilima maupun prisma segienam. Bakal menjawabnya, coba kamu perhatikan ataupun pelajari Lengkap Pertanyaan 8.10

Image:ruang_28.jpg

Image:ruang_29.jpg

5. Luas Permukaan Prisma

Sama seperti karton dan balok, luas rataan prisma boleh dihitung menunggangi rajut prisma tersebut. Caranya yakni dengan menjumlahkan semua luas bangun datar lega jala-jala prisma. Coba kamu perhatikan prisma segitiga sama kaki beserta jaring-jaringnya pada Kerangka 8.30 berikut ini.

Image:ruang_30.jpg

Image:ruang_31.jpg

6. Volume Prisma

Lakukan mengetahui rumus volume prisma, perhatikan Bentuk 8.31 berikut.

Image:ruang_32.jpg

Lembaga 8.26 memperlihatkan sebuah balok ABCD.EFGH yang dibagi dua secara mendatar. Ternyata, hasil belahan balok tersebut membuat prisma segitiga, seperti plong Gambar 8 .26 (b). Perhatikan prisma segitiga BCD.FGH pada Rajah 8.26 (c) . Dengan demikian, volume prisma segitiga adalah sepiak kelihatannya volume balok.

Image:ruang_33.jpg

D. Limas

Sira karuan telah mengenal bangunan piramida di Mesir, bukan? Anda mana tahu juga telah melihatnya, baik itu berbunga atlas, buku pelajaran, televisi, alias melihatnya langsung. Sebagai salah satu kehebatan dunia, piramida digunakan sebagai kuba prabu-raja Firaun lega jaman dahulu.

1. Signifikansi Limas

Jika digambarkan ke internal gambar geometri, bangunan limas pada Gambar 8.27 akan terpandang seperti Bentuk 8.28 . Sadar ruang tersebut memiliki 5 biji zakar sisi dan memiliki tutul puncak. Berbeda halnya dengan prisma yang memiliki bidang samping berbentuk persegipanjang, pulang ingatan ruang tersebut memiliki rataan samping yang berbentuk segitiga sama. Sadar pangsa tersebut disebut limas segiempat. Gambar 8.28 menunjukan sebuah piramida segiempat E. ABCD . Berdasarkan buram alasnya, piramida memiliki heterogen macam nama. Coba kamu perhatikan Gambar 8.29 berikut ini dengan saksama.

Baca juga:   Pedagang Venesia Yang Pernah Singgah Di Aceh Tahun 1292 Bernama

Image:ruang_34.jpg

Limas-limas nan ditunjukkan pada Gambar 8.29 berendeng-rendeng yaitu piramida segitiga, limas segilima, dan limas segienam. Secara publik, unsurunsur yang dimiliki maka itu sebuah limas andai berikut.

a. Sebelah/Rataan
Coba kamu perhatikan sekali lagi rancangan limas pada Tulangtulangan 8.28 . Dari gambar tersebut, terpandang bahwa setiap piramida punya sisi samping yang berbentuk segitiga sama. Pada limas segiempat E.ABCD, sisi-sisi yang terbimbing adalah sisi ABCD (sisi rimba), ABE (sisi depan), DCE (sisi belakang), BCE (sisi samping kiri), dan ADE (sisi samping kanan).

b. Rusuk
Perhatikan kembali limas segiempat E.ABCD sreg Gambar 8 .28. Limas tersebut n kepunyaan 4 rusuk wana dan 4 rusuk tegak. Rusuk alasnya adalah AB, BC, CD, dan DA. Adapun rusuk tegaknya adalah AE, BE, CE, dan DE.

c. Titik Sudut
Jumlah titik sudut suatu piramida sangat gelimbir pada rang alasnya. Setiap piramida mempunyai tutul puncak (titik yang letaknya atas). Coba kamu perhatikan limas-piramida plong Gambar 8.28 dan Gambar 8.29 . Piramida segitiga sama kaki punya 4 noktah sudut, limas segiempat punya 5 noktah sudut, limas segilima n kepunyaan 6 tutul sudut, dan limas segienam memiliki 7 titik sudut.

Image:ruang_35.jpg

2. Sifat-Rasam Limas

Bikin bentuk limas tertentu, misalnya limas segitiga atau piramida segiempat, ada beberapa sifat nan perlu kamu ketahui. Gambar 8.30 (a) menunjukkan sebuah limas segitiga D.ABC. Plong limas segitiga sama D. ABC, semua sisi limas tersebut berbentuk segitiga sama. Coba kamu amati sisi-sisi limas Lambang bunyi, ABD, BCD, dan ACD. Semuanya berbentuk segitiga sama. Jika piramida segitiga memiliki semua sisi yang berbentuk segitiga sama samasisi, maka limas tersebut disebut limas segitiga beraturan.
Perhatikan limas segiempat E. ABCD pada Gambar 8.30 (b) di samping. Dari lembaga tersebut terlihat bahwa limas segiempat memiliki alas berbentuk persegipanjang. Sesuai dengan sifatnya, setiap diagonal persegipanjang memiliki ukuran yang proporsional tingkatan. Jadi, piramida segiempat memiliki diagonal jenggala yang sejajar jenjang. Perhatikan Gambar 8.30(b) , jenjang diagonal alas AC dan BD mempunyai ukuran nan sepadan panjang.

3. Menggambar Limas

Secara awam nan perlu diperhatikan dalam proses menggambar piramida adalah alasnya. Jadi, yang pertama kali dibuat adalah alas limas tersebut. Misalkan piramida yang akan dibuat adalah limas segiempat. Langkah-awalan nan harus dilakukan dalam menulis limas adalah sebagai berikut. a. Buatlah persegipanjang yang akan dijadikan alas piramida. Gambar 8.30(a)
menunjukkan persegipanjang ABCD nan akan dijadikan alas limas. Persegipanjang tersebut digambarkan menyerupai jajargenjang. Hal ini disebabkan karena bidang ABCD termasuk bidang ortogonal. Masih ingatkah kamu apa nan dimaksud dengan bidang ortogonal? b. Langkah selanjutnya, buatlah garis diagonal puas satah ABCD yang telah kamu buat. Mulai sejak Gambar 8.30(b), terpandang bahwa garis diagonal yang dimaksud adalah AC dan BD. c. Dari tutul potong dua diagonal yang telah dibuat, misalkan noktah O, buatlah ruas garis yang tegak lurus dengan bidang jenggala ABCD. Ruas garis ini, yaitu ruas garis OE ialah pangkat piramida yang akan dibuat. Perhatikan Gambar 8.30(c) . Tutul E merupakan titik puncak limas yang akan dibuat. d. Awalan anak bungsu, yaitu membuat ruas garis berpangkal setiap ujung bidang jenggala limas, merupakan titik A, B, C, dan D ke tutul puncak limas (bintik E). Berpunca Gambar 8.37(d) tampak bahwa ada 4 ruas garis yang dibuat, adalah ruas garis AE, BE, CE, dan DE.
Semoga engkau lebih memahami pendirian meng bentuk limas, pelajarilah Sempurna Soal 8.14 berikut ini.

Image:ruang_36.jpg

4. Jaring-jaring Limas

Seperti bangun ruang lainnya, jaring-kisa limas diperoleh dengan mengiris beberapa rusuknya, kemudian direbahkan. Untuk bertambah jelasnya, pelajari Tulang beragangan 8.31 berikut.

Image:ruang_37.jpg

Gambar 8.31 ogok cara memperoleh jaring-jaring limas segiempat. Bagaimanakah memperoleh rajut limas segitiga? Bagaimanakah pun dengan prisma segilima? Bagi bertambah jelasnya, coba sira perhatikan Contoh Soal 8.15

Image:ruang_38.jpg

5. Luas Permukaan Limas

Seimbang halnya dengan prisma, luas permukaan limas pun dapat diperoleh dengan prinsip menentukan pura piramida tersebut. Kemudian, menjumlahkan luas bangun melelapkan dari jala-jala yang terjaga. Lakukan lebih jelasnya, coba anda pelajari uraian berikut.

Image:ruang_39.jpg

Image:ruang_40.jpg

6. Volume Piramida

Tulang beragangan 8.33 menunjukkan sebuah kubus ABCD.EFGH. Kubus tersebut mempunyai 4 buah diagonal ira yang tukar berpotongan di noktah Ozon. Seandainya diamati secara cermat, keempat diagonal pangsa tersebut membentuk 6 biji pelir piramida segiempat, yaitu limas segiempat O.ABCD, O.EFGH, Ozon.ABFE, Udara murni.BCGF, O.CDHG, dan Ozon.DAEH. Dengan demikian, volume kubus ABCD.
EFGH merupakan ikatan debit keenam piramida tersebut.

Image:ruang_41.jpg

Image:ruang_42.jpg

link crayonpedia.org

Unsur Unsur Bangun Ruang Sisi Datar

Source: https://trisariedu.wordpress.com/bangun-ruang-sisi-datar/