Urutan Yang Paling Tepat Untuk Alkana Adalah

By | 11 Agustus 2022

Urutan Yang Paling Tepat Untuk Alkana Adalah.

Struktur kimia berpunca metana, alkana nan paling sederhana

Alkana
(juga disebut dengan
lilin) adalah fusi kimia hidrokarbon jenuh asiklis. Alkana terdaftar senyawa alifatik. Dengan kata lain, alkana ialah sebuah rantai karbon panjang dengan ikatan-koalisi istimewa. Rumus umum lakukan alkana yaitu CnH2n+2. Alkana yang minimal sederhana adalah metana dengan rumus CH4. Tidak cak semau batasan berapa zat arang yang bisa terikat bersama. Sejumlah jenis minyak dan wax adalah contoh alkana dengan molekul jumlah partikel karbon nan besar, boleh lebih dari 10 unsur karbon.

Setiap zarah karbon mempunyai 4 ikatan (baik kekeluargaan C-H atau ikatan C-C), dan setiap zarah hidrogen terbiasa berikatan dengan anasir karbonium (ikatan H-C). Sebuah kumpulan dari atom karbon yang terangkai disebut lagi dengan rumus kerangka. Secara umum, besaran atom karbon digunakan cak bagi mengukur berapa besar ukuran alkana tersebut (contohnya: C2-alkana).

Gugus alkil, biasanya disingkat dengan huruf angka R, adalah gugus fungsional, yang seperti alkana, terdiri berpunca ikatan karbon idiosinkratis dan unsur hidrogen, contohnya adalah metil atau gugus etil.

Alkana bersifat tidak terlalu reaktif dan n kepunyaan aktivitas ilmu hayat terbatas.

Klasifikasi struktur

[sunting
|
sunting sumber]

Hidorkarbon tersaturasi dapat berupa:

  • literal (rumus umum
    C
    n
    H2n + 2
    ), buram zat arang membentuk rantai lurus tanpa ada cabang
  • bercabang (rumus umum
    C
    t
    H2n + 2
    ,
    kaki langit
    > 3), susuk karbon utamanya mempunyai simpang-cabang
  • siklik (rumus mahajana
    C
    n
    H2t

    ,
    ufuk
    > 2), ujung-ujung bagan karbonnya bertemu sehingga membentuk satu siklus.

Menurut definisi mulai sejak IUPAC, 2 golongan pertama di atas dinamakan alkana, sementara itu golongan yang ketiga disebut dengan sikloalkana.[1]
Hidrokarbon tersaturasi kembali dapat membuat gayutan ketiga macam rantai diatas, misalnya linear dengan siklik membentuk polisiklik. Senyawa seperti ini masih disebut dengan alkana (walaupun tidak n kepunyaan rumus umum), sepanjang tetap aktual asiklik (tidak seperti siklus).

Keisomeran

[sunting
|
sunting perigi]

Alkana dengan 3 atom zat arang alias lebih dapat disusun dengan banyak jenis pendirian, takhlik isomer struktur yang berbeda-beda. Sebuah isomer, umpama sebuah bagian, mirip dengan anagram ilmu pisah, namun berlainan dengan anagram, isomer dapat mandraguna jumlah komponen dan elemen yang berbeda-selisih, sehingga sebuah senyawa kimia dapat disusun farik-beda strukturnya membentuk kombinasi dan permutasi yang beraneka polah. Isomer minimum sederhana berbunga sebuah alkana ialah ketika elemen karbonnya terpasang lega rantai tunggal minus ada simpang. Isomer ini disebut dengan
n-isomer (n
untuk “baku”, penulisannya sesekali tidak dibutuhkan). Meskipun begitu, rantai karbon dapat juga bercabang di banyak letak. Prospek jumlah isomer akan meningkat mencolok detik jumlah atom karbonnya semakin besar.Contohnya:

  • C1: tidak memiliki isomer: metana
  • C2: tidak memiliki isomer: etana
  • C3: bukan punya isomer: propana
  • C4: 2 isomer:
    tepi langit-butana & isobutana
  • C5: 3 isomer: pentana, isopentana, neopentana
  • C6: 5 isomer: heksana, 2-Metilpentana, 3-Metilpentana, 2,3-Dimetilbutana & 2,2-Dimetilbutana
  • C12: 355 isomer
  • C32: 27.711.253.769 isomer
  • C60: 22.158.734.535.770.411.074.184 isomer, banyak di antaranya bukan stabil.

Tata tera

[sunting
|
sunting perigi]

Tata nama IUPAC untuk alkana didasarkan dari identifikasi rantai hidrokarbon. Rantai hidrokarbon tersaturasi, tidak bercabang maka dinamai sistematis dengan akhiran “-ana”.[2]

Rantai zat arang verbatim

[sunting
|
sunting perigi]

Alkana rantai karbon lurus biasanya dikenali dengan awalan
n-
(abreviasi berbunga
normal) ketika tidak suka-suka isomer. Meskipun tidak diwajibkan, hanya pengemukaan ini terdahulu karena alkana rantai verbatim dan kalung bersangkak memiliki adat yang farik. Misalnya
n-heksana atau 2- atau 3-metilpentana.

Anggota dari kalung harfiah ini yakni:

  • Metana, CH4
    – 1 zat arang dan 4 hidrogen
  • Etana, C2H6
    – 2 karbonium dan 6 hidrogen
  • Propana, C3H8
    – 3 karbon dan 8 hidrogen
  • Butana, C4H10
    – 4 karbon dan 10 hidrogen
  • Pentana, C5H12
    – 5 karbon dan 12 hidrogen
  • Heksana, C6H14
    – 6 carbon dan 14 hidrogen

Mulai dengan jumlah karbon mulai pecah lima diberi nama dengan imbuhan kuantitas yang ditentukan IUPAC diakhiri dengan -ana. Contohnya antara lain yakni pentana, heksana, heptana, dan oktana.

Rantai karbon bercabang

[sunting
|
sunting sumber]

Model dari isopentana (etiket masyarakat) atau 2-metilbutana (keunggulan sistematik IUPAC)

Bagi memberi nama alkana dengan rantai bercagak digunakan langkah-ancang berikut:

  • Cari rantai atom karbon terpanjang
  • Beri nomor lega kalung tersebut, dimulai dari ujung yang terdekat dengan cabang
  • Beri stempel sreg cabang-cabangnya

Logo alkana dimulai dengan nomor letak simpang, label cabang, dan nama rantai penting. Contohnya adalah 2,2,4-trimetilpentana nan disebut sekali lagi isooktana. Kalung terpanjangnya merupakan pentana, dengan tiga buah cabang metil (trimetil) pada karbon nomor 2, 2, dan 4.

Perbedaan tatanama bakal 3 isomer C5H12
Nama umum/trivial ufuk-pentana isopentana neopentana
Cap IUPAC pentana 2-metilbutana 2,2-dimetilpentana
Struktur Pentane-2D-Skeletal.svg Isopentane-2D-skeletal.png Neopentane-2D-skeletal.png

Alkana siklik

[sunting
|
sunting sumber]

Sikloalkana adalah hidrokarbon nan seperti alkana, tetapi rantai karbonnya membuat cincin.

Sikloalkana sederhana mempunyai persiapan “siklo-” bakal membendakannya dari alkana. Penamaan sikloalkana dilihat dari berapa banyak unsur karbon yang dikandungnya, misalnya siklopentana (C5H10) adalah sikloalkana dengan 5 elemen karbon seperti pentana(C5H12), tetapi doang pada siklopentana kelima atom karbonnya membentuk cincin. Hal nan sama berlaku buat propana dan siklopropana, butana dan siklobutana, dll.

Baca juga:   Taktik Yang Dilakukan Secara Individu Dalam Permainan Sepak Bola Disebut

Sikloalkana substitusi dinamai mirip dengan alkana substitusi – cincin sikloalkananya tegar cak semau, dan substituennya dinamai sesuai dengan posisi mereka lega cincin tersebut, pemberian nomornya mengimak adat Cahn-Ingold-Prelog.[3]

Nama-stempel trivial

[sunting
|
sunting sumber]

Jenama trivial (non-IUPAC) dari alkana yaitu “parafin.” Etiket trivial dari senyawa-senyawa ini biasanya diambil semenjak artefak-artefak sejarah. Nama trivial digunakan sebelum ada etiket sistematik, dan sampai saat ini masih digunakan karena penggunaannya familier di industri.

Dapat dempang dipastikan kalau label parafin diambil berasal industri petrokimia. Alkana rantai bercabang disebut
isoparafin. Penggunaan alas kata “paraffin” untuk sebutan secara umum dan berkali-kali tidak mengecualikan antara campuran ceria dan campuran isomer dengan rumus kimia yang sama.

Beberapa keunggulan ini dipertahankan maka dari itu IUPAC

  • Isobutana buat 2-metilpropana
  • Isopentana untuk 2-metilbutana
  • Isooktana bagi 2,2,4-trimetilpentana
  • Neopentana bikin 2,2-dimetilpropana

Sifat-adat kimia

[sunting
|
sunting perigi]

Secara publik, alkana adalah paduan yang reaktivitasnya rendah, karena ikatan C antar atomnya nisbi stabil dan tidak mudah dipisahkan. Tidak seperti mana kebanyakan senyawa organik lainnya, campuran ini lain memiliki gugus fungsional.

Senyawa alkana bereaksi sangat lemah dengan senyawa polar atau senyawa ion lainnya. Konstanta disosiasi asam (pKa) semenjak semua alkana nilainya diatas 60, nan berarti rumit untuk bereaksi dengan asam ataupun basa (lihat karbanion). Pada minyak dunia, elemen-anasir alkana yang terkandung di dalamnya lain mengalami transisi resan sesekali sepanjang jutaan waktu.


Reaksi dengan oksigen (reaksi pembakaran)

[sunting
|
sunting sumber]

Semua alkana dapat bereaksi dengan oksigen pada reaksi pembakaran, walaupun pada alkana-alkana kaki panjang reaksi akan semakin sulit buat dilakukan seiring dengan total partikel karbon yang makin. Rumus umum pembakaran adalah:

C
n
H2horizon+2
+ (1.5ufuk+0.5)O2
→ (n+1)H2O +
cakrawalaCO2

Detik jumlah oksigen tidak cukup banyak, maka dapat juga menciptakan menjadikan karbon monoksida, sebagai halnya pada reaksi berikut ini:

C
n
H(2tepi langit+2)
+
nO2
→ (tepi langit+1)H2O +
nCO

Contoh reaksi, metana:

2CH4
+ 3O2
→ 2CO + 4H2Ozon
CH4
+ 1.5O2
→ CO + 2H2Ozon

Reaksi dengan halogen

[sunting
|
sunting sumber]

Reaksi antara alkana dengan halogen disebut dengan reaksi “halogenasi tajam adil”. Zarah hidrogen pada alkana akan secara berantara digantikan maka dari itu atom-atom halogen. Tajam adil yakni paduan yang ikut berpartisipasi dalam reaksi, biasanya menjadi campuran pada produk. Reaksi halogenasi merupakan reaksi eksotermik dan bisa menimbulkan letusan.

Reaksi ini sangat penting pada pabrik untuk menghalogenasi hidrokarbon. Ada 3 tahap:

  • Inisiasi: tajam halogen terbentuk melalui homolisis. Kebanyakan, diperlukan energi intern bentuk panas atau nur.
  • Reaksi rantai
    atau
    Propagasi: ekstrem halogen akan mengabstrak hidrogen dari alkana kerjakan membentuk radikal alkil.
  • Terminasi rantai: tahap dimana mencolok-mencolok bergabung.

Hasil eksperimen menunjukkan bahwa semua reaksi halogenasi bisa menghasilkan semua fusi isomer yang berarti mengindikasikan anasir hidrogen rentan terhadap reaksi. Atom hidrogen sekunder dan tersier lazimnya akan tergantikan karena stablitas radikal nonblok sekunder dan tersier makin baik. Contoh dapat dilihat plong monobrominasi propana:[4]

Monobrominasi propana

Isomerisasi dan reformasi

[sunting
|
sunting sumber]

Isomerisasi dan reformasi terserah proses pemanasan nan mengubah kerangka alkana rantai lurus dengan adanya katalis platinum. Plong isomerisasi, alkana kalung literal menjadi alkana rantai bercabang. Pada reformasi, alkana rantai lurus berubah menjadi sikloalkana ataupun hidrokarbon aromatik, dengan hidrogen sebagai produk sampingan. Kedua proses ini akan meningkatkan qada dan qadar oktan puas senyawa yang dihasilkan.


Cracking


[sunting
|
sunting sumur]

Cracking
akan memecah molekul osean menjadi anasir-anasir nan makin kecil. Reaksi
cracking
bisa dilakukan dengan metode pemanasan atau dengan katalis. Metode
cracking
dengan pemanasan akan mengikutsertakan mekanisme homolitik dengan pembentukan drastis bebas. Metode
cracking
dengan bantuan katalis biasanya menyertakan katalis asam, prosesnya akan menyebabkan pemecahan ikatan heterolitik dengan menghasilkan ion nan muatannya berlainan. Ion nan dihasilkan biasanya berwujud karbokation dan anion hidrida yang tidak stabil.

Reaksi lainnya

[sunting
|
sunting sumber]

Alkana akan bereaksi dengan uap dengan bantuan katalis konkret nikel. Alkana juga dapat melangkahi proses klorosulfonasi dan nitrasi meskipun membutuhkan kondisi khusus. Pembusukan alkana menjadi senderut karboksilat juga dapat dilakukan dengan bilang teknik khusus. Pada Reaksi reed, belerang dioksida, klorin dan cahaya menyangkal hidrokarbon menjadi sulfonil klorida. Abstraksi nukleofilik dapat digunakan untuk merembukkan alkana terbit logam. Gugus alkil daris sebuah sintesis dapat dipindahkan ke senyawa lainnya dengan reaksi transmetalasi.

Terdapat pada

[sunting
|
sunting sumber]

Alkana pada umbul-umbul sepenuh

[sunting
|
sunting mata air]

Alkana adalah sintesis yang terdapat pada sebagian kecil dari atmosfer bilang planet seperti Yupiter (0.1% metana, 0.0002% etana), Saturnus (0.2% metana, 0.0005% etana), Uranus (1.99% metana, 0.00025% etana) dan Neptunus (1.5% metana, 1.5 ppm etana). Titan (1.6% metana), salah satu satelit dari Zohal, sudah diteliti oleh
Huygens
bahwa angkasa luar Titan memangkalkan hujan metana secara periodik ke satah bulan itu.[5]
Di Titan pula diketahui terdapat sebuah gunung yang menyemburkan gas metana, dan umpatan jabal ini menyebabkan banyaknya metana puas atmosfer Titan. Selain itu, ditemukan oleh radar Cassini, terlihat juga cak semau beberapa danau metana/etana di provinsi kutub utara bersumber Titan. Metana dan etana sekali lagi diketahui terwalak pada bagian ekor dari bintang berekor Hyakutake. Analisis ilmu pisah menunjukkan bahwa kemewahan etana dan metana damping sama banyak, dan hal itu menunjukkan bahwa es metana dan etana ini terbentuk di antara urat kayu antar tanda jasa.[6]

Alkana di bumi

[sunting
|
sunting sumber]

Gas metana (sekeliling 0.0001% atau 1 ppm) ada di atmosfer mayapada, diproduksi maka itu organisme macam Archaea dan juga ditemukan puas berak sapi.

Sendang alkana nan minimal berfaedah merupakan pada gas umbul-umbul dan minyak bumi.[4]
Gas alam mengandung metana dan etana, dengan sedikit propana dan butana, padahal gasolin yakni paduan dari alkana cair dan hidrokarbon lainnya. Hidrokarbon ini terpelajar semenjak mikrob dan pohon (zooplankton dan fitoplankton) yang mati, kemudian terkubur di lautan, terlayang oleh sedimentasi, dan berubah setelah terkena merangsang dan impitan panjang selama jutaan masa. Tabun pan-ji-panji terjaga semenjak reaksi di sumber akar ini:

C6H12Ozon6
→ 3CH4
+ 3CO2

Alkana yang positif padat dikenal sebagai tar. Tar terbentuk momen senyawa alkana lain nan lebih ringan menguap bersumber deposit/perigi hidrokarbon. Pelecok satu sedimen alkana padat umbul-umbul terbesar di bumi adalah danau aspal yang dikenal dengan merek Tasik Pitch di Trinidad dan Tobago.

Metana pun terletak pada biogas yang diproduksi oleh dabat piaraan. Biogas ini dapat menjadi sumber energi terbaharui di kemudian tahun.

Alkana rapat persaudaraan tidak boleh bercampur dengan air, kaprikornus kandungannya dalam air laut bisa dikatakan amat sedikit. Meski semacam itu, pada tekanan nan tinggi dan temperatur rendah (sebagai halnya di dasar laut), metana bisa mengkristal dengan air bikin membentuk padatan metana hidrat. Meskipun saat ini padatan ini masih belum boleh dieksploitasi secara dagang, tetapi energi pembakaran yang dihasilkan diperkirakan cukup osean. Maka dari itu, metana yang diekstraksi berpangkal metana hidrat boleh dianggap misal bulan-bulanan bakar masa depan.

Pada parasan biologi

[sunting
|
sunting sumur]

Bakteria dan archaea

Beberapa jenis archaea, misalnya metanogen, memproduksi metana internal besaran besar momen memetabolisme karbon dioksida atau paduan organik lainnya. Energi dilepas saat pengoksidasian hidrogen:

CO2
+ 4H2
→ CH4
+ 2H2Ozon

Produksi

[sunting
|
sunting sumber]

Pengilangan minyak

[sunting
|
sunting sumber]

Seperti sudah lalu dikatakan sebelumnya, sumber alkana yang minimum penting adalah gas kalimantang dan minyak bumi.[4]
Alkana dipisahkan di tempat pengilangan minyak dengan teknik distilasi fraksi dan diproses menjadi bervariasi produk, misalnya bensin, diesel, dan avtur..

Fischer-Tropsch

[sunting
|
sunting mata air]

Proses Fischer-Tropsch yaitu sebuah metode untuk mensintesis hidrokarbon cair, termuat alkana, berbunga karbonium dioksida dan hidrogen. Metode ini digunakan untuk memproduksi substitusi berasal distilat petrol.

Persiapan laboratorium

[sunting
|
sunting sumber]

Sedikit sekali alkana nan dibuat dengan cara disintesis di laboratorium karena alkana kebanyakan dijual umum. Alkana juga merupakan senyawa yang non reaktif, baik secara ilmu hayat maupun ilmu pisah. Saat alkana dibuat di laboratorium, lazimnya alkana ialah barang samping dari reaksi. Sebagai arketipe, eksploitasi
n-butillitium laksana basa akan menghasilkan produk sertaan n-butana:

C4H9Li + H2O → C4H10
+ LiOH

Alkana atau gugus alkil dapat dibuat berpokok alkil halida sreg reaksi Corey-House-Posner-Whitesides. Deoksigenasi Barton-McCombie[7]
[8]
akan memecah gugus hidroksil dari alkohol sehingga reaksinya akan berupa:

Skema deoksigenasi Barton-McCombie

dan reduksi Clemmensen[9]
[10]
[11]
[12]
akan memecah gugus karbonil berbunga aldehida dan keton untuk membentuk alkana ataupun senyawa dengan gugus alkil, misalnya:

Reduksi Clemmensen

Penggunaan

[sunting
|
sunting mata air]

Pemakaian alkana sudah bisa diketahui dengan baik oleh manusia. Penggunaan alkana biasanya dikelompokkan berlandaskan kuantitas atom karbonnya. Catur alkana pertama digunakan lega umumnya cak bagi keperluan memasak dan pemanasan, di bilang negara juga sebagai sumur generator listrik. Metana dan etana adalah komponen terdepan pada tabun alam dan biasanya diangkut internal bentuk enceran, dengan cara dikompresi lebih-lebih dulu dan tabun didinginkan.

Baca juga:   Tentukan Kedudukan Titik B Terhadap Garis Ab

Propana dan butana boleh dicairkan dengan tekanan adv minim. Propana dan butana umum dijumpai pada elpiji dan juga dipakai sebagai propelan (zat pendorong) pada jerkah aerosol. Butana juga ditemukan pada pemantik rokok cair.

Dari pentana sebatas oktana ialah alkana nan berbentuk larutan. Alkana ini masyarakat digunakan sebagai bahan bakar bensin untuk mesin mobil. Alkana rantai bercabang makin diutamakan karena menentang bertambah lain mudah tersulut tinimbang alkana rantai lurus. Bahan bakar yang mudah tersulut akan menimbulkan birama pada mesin yang boleh merusak mesin. Kualitas bahan bakar dapat diukur dengan bilangan oktan incaran bakar itu, dimana ganjaran oktan ditentukan berbunga berapa uang jasa kandungan 2,2,4-trimetilpentana (isooktana) pada bahan bakar (korban bakar nan bilangan oktannya 98 berarti mengandung 98% isooktana, sisanya ialah heptana). Selain digunakan untuk sasaran bakar, alkana-alkana ini juga dipakai sebagai pelarut untuk senyawa nonpolar.

Alkana dari nonana hingga heksadekana (16 zarah karbon) adalah alkana berbentuk cairan dengan viskositas yang kian jenjang, dan tidak digunakan pada gasolin. Alkana diversifikasi ini lazimnya digunakan pada bahan bakar diesel dan mangsa bakar penerbangan. Kualitas bahan bakar diesel diesel bisa ditentukan dengan besarnya ketentuan cetana (cetana adalah nama lama untuk heksadekana). Alkana jenis ini n kepunyaan titik didih nan tinggi, dan akan menyebabkan keburukan kalau suhu udara berlebih rendah, karena objek bakar akan semakin mengental sehingga sukar mengalir.

Alkana semenjak heksadekana kebelakang biasanya yakni suku cadang lega minyak bakar dan pelumas. Beberapa variasi alkana ini juga digunakan bak zat bentrok korosif karena sifatnya yang hidrofobik.

Alkana dengan jumlah karbon 35 atau bertambah ditemukan pada bitumen (aspal) yang dipakai untuk melapisi kronologi. Selain itu, karena nilainya juga rendah, maka alkana-alkana jenis ini biasanya dipecah menjadi alkana yang lebih katai dengan metode
cracking.

Beberapa polimer sintetis seperti polietilena dan polipropilena adalah alkana yang terdiri berpokok ratusan molekul karbon. Material-material ini kebanyakan dikenal seumpama plastik dan setiap tahunnya diproduksi milyaran kilogram di marcapada.

Transformasi di mileu

[sunting
|
sunting sumur]

Ketika dilepaskan ke lingkungan, alkana tak akan mengalami biodegradasi nan cepat, karena alkana bukan memiliki gugus kemustajaban (seperti mana hidroksil atau karbonil) yang diperlukan oleh banyak organisme bikin memetabolisme senyawa ini.

Meski sejenis itu, ada beberapa bakteri yang dapat memetabolisme bilang alkana dengan cara mengoksidasi unsur karbon halte. Balasannya adalah alkohol, yang bisa dioksidasi lagi menjadi aldehida, dan dioksidasi lagi menjadi senderut karboksilat. Hasil akhirnya yang berupa bersut lezat dapat dimetabolisme melalui proses degenerasi asam lemak.

Bahaya

[sunting
|
sunting sumber]

Metana berkepribadian eksplosif (mudah menyalak) detik beraduk dengan udara (1 – 8% CH4). Alkana tungkai rendah lainnya kembali mudah meletus apabila bercampur dengan udara. Alkana suku minus yang berbentuk larutan sangat mudah tutung. Pentana, heksana, heptana, dan oktana digolongkan bagaikan senyawa yang
berbahaya bagi mileu
dan
beracun. Isomer kalung lurus terbit heksana bersifat neurotoksin. Alkana dengan halogen, sama dengan kloroform, pula bisa berkarakter karsinogenik.

Tatap juga

[sunting
|
sunting sendang]

  • Daftar alkana
  • Alkena
  • Alkuna
  • Sikloalkana
  • Perengkahan

Referensi

[sunting
|
sunting perigi]


  1. ^

    IUPAC,
    Compendium of Chemical Terminology, 2nd ed. (the “Gold Book”) (1997). Online corrected version:  (2006–) “alkanes”.

  2. ^


    IUPAC, Commission on Nomenclature of Organic Chemistry (1993). “R-2.2.1: Hydrocarbons”.
    A Guide to IUPAC Nomenclature of Organic Compounds (Recommendations 1993). Blackwell Scientific. ISBN 0632034882. Diakses tanggal
    12 February
    2007
    .





  3. ^


    William Reusch. “Nomenclature – Alkanes”.
    Virtual Textbook of Organic Chemistry. Diarsipkan berpangkal versi putih copot 2010-04-30. Diakses tanggal
    2012-03-04
    .




  4. ^


    a




    b




    c




    R. T. Morrison; R. T. Boyd (1992).
    Organic Chemistry
    (edisi ke-6th). New Jersey: Prentice Hall. ISBN 978-0-13-643669-0.





  5. ^

    Titan: Arizona in an Icebox?, Emily Lakdawalla, 21 January 2004, verified 28 March 2005

  6. ^


    Mumma, M.J. (1996). “Detection of Abundant Ethane and Methane, Along with Carbon Monoxide and Water, in Comet C/1996 B2 Hyakutake: Evidence for Interstellar Origin”.
    Science.
    272
    (5266): 1310. Bibcode:1996Sci…272.1310M. doi:10.1126/science.272.5266.1310. PMID 8650540.





  7. ^


    Barton, D. H. R.; McCombie, S. W. (1975). “A new method for the deoxygenation of secondary alcohols”.
    J. Chem. Soc., Perkin Trans. 1
    (16): 1574–1585. doi:10.1039/P19750001574.





  8. ^


    Crich, David; Quintero, Leticia (1989). “Radical chemistry associated with the thiocarbonyl group”.
    Chem. Rev.
    89
    (7): 1413–1432. doi:10.1021/cr00097a001.





  9. ^

    Martin, E. L.
    Org. React.
    1942,
    1, 155. (Review)

  10. ^

    Buchanan, J. G. St. C.; Woodgate, P. D.
    Quart. Rev.
    1969,
    23, 522. (Review)

  11. ^

    Vedejs, E.
    Org. React.
    1975,
    22, 401. (Review)

  12. ^

    Yamamura, S.; Nishiyama, S.
    Comp. Org. Syn.
    1991,
    8, 309-313.(Review)

Referensi lebih lanjut

[sunting
|
sunting mata air]

  • Virtual Textbook of Organic Chemistry Diarsipkan 2007-10-29 di Wayback Machine.



Urutan Yang Paling Tepat Untuk Alkana Adalah

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Alkana