Utilitas Ping Digunakan Untuk Mengetahui Konektifitas Yang Terjadi Dengan

By | 13 Agustus 2022

Utilitas Ping Digunakan Untuk Mengetahui Konektifitas Yang Terjadi Dengan.

Pengujian maupun pengetesan jarPENGUJIAN KONEKTIFITAS JARINGAN

ingan dilakukan untuk mengerti apakah komputer jinjing nan kita konektifitaskan sudah berbuntut turut n domestik sistem jaringan yang dituju

Pengujian dapat pun dilakukan dengan menunggangi
Ms Dos

buat mengaram konfigurasi puas TCP/IP.

Plong windows Ms Dos ketikkan C:>

IPCONFIG


 (IP Configuration)

IPCONFIG (IP Configuration) memberikan wara-wara semata-mata pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut cuma. Berpunca rang tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor
IP Addres
adalah
10.1.1.7

dan
Subnet

Masknya ialah
255.255.255.0

Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa :

Ø



 Host Name (Logo Komputer) adalah Komp_7

Ø



 Diskripsi Kartu jaringannya yakni memperalat Realtek RTL8029(AS)

Ø



 Physical Adapter merupakan 00-02-44-27-25-73

Ø



 IP Addres
yakni
10.1.1.7

Ø



 Subnet

Masknya adalah
255.255.255.0

Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer jinjing dengan jaringan telah melanglang dengan baik maka dilakukan utilitas
ping. Utilitas Ping digunakan kerjakan mengetahui konektifitas nan terjadi dengan nomor IP
address

nan kita hubungi

Perintah ping  cak kerjakan IP
Address

10.1.1.1, jikalau kita lihat ada respon pesan Replay from No IP
Address

10.1.1.1 berharga IP tersebut memasrahkan balasan atas perintah ping nan kita berikan. Diperoleh Informasi berapa daya produksi pengapalan dengan musim berapa lama memberikan tanda bahwa perintah lakukan merintih ke
IP Address

sudah lalu melanglang dengan baik, seperti rajah berikut:

Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data


Request Time Out



(IP Address

tidak dikenal). Sebagai halnya pada buram berikut:

Sehabis berbuat pengujian puas sistem jaringan setiap komputer sudah lalu bisa terhubung dengan baik. Sistem jaringan tersebut bisa digunakan lakukan sharing data alias printer, modem (Internet) dan sebagainya. Sharing dimaksudkan kerjakan membuka jalan kerjakan komputer
client

enggak mengakses atau memperalat fasilitas yang kita miliki.

Kongkalikong bagi dapat mengerjakan sharing data dapat dengan prinsip turut ke windows explorer diskriminatif data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan  lalu klik sharing

SISTEM PENAMAAN DAN PENGALAMATAN JARINGAN Komputer jinjing

Setiap peranti nan terdapat didalam sebuah lingkungan jaringan harus lengkung langit kepunyaan identitas mudah-mudahan dapat saling berkomunikasi dengan komputer jinjing bukan. Biasaya sebuah NOS ( Network Operating Sistem) punya protokol –protokol yang  meluangkan skema penamaan ddn metode pengalamatan nan dapat meningkatkan kinerja bermula sistem jaringan. Beberapa diantaranya ialah :

Ø



 DHCP(Dynamyc Host Configuration Protokol

Ø



 DNS (Domain Name System)

DHCP(Dynamyc Host Configuration Protokol

Setiap device yang menggunakan TCP/IP lega sebuah sistem jaringan harus mempunyai incaran IP yang biasa dan berperangai distingtif. Untuk kontributif meringankan masalah dalam menelusuri dan pemuatan bulan-bulanan IP pada setiap inteface IETF ( Internet Engineering Task Force) mutakadim berkomplot dengan beberapa vendor perangkat jaringan dengan membangun DHCP.

Server DHCP adalah sebuah server nan berfungsi bakal memperniagakan sekumpulan bahan IP yang stereotip kepada organ yang bertindaksebagai client DHCP. Dengan demikian masing –masing client akan dapat menyepakati alamat IP nan bersifat eksklusif dan pemasangan bahan IP terhadap client dilakukan secara otomatis. Semua diversifikasi sistem gerakan berbasis Microsoft boleh dijadikan sebagai client DHCP.

Ø



 Mempunyai layanan DHCP yang telah terinstall

Ø



 Mesin nan berperan seumpama peladen DHCP mempunyai target statik

Pendirian Kerja DHCP

DHCP diimplementasikan sebagi sebuah layanan client/peladen

  1. Detik komputer jinjing client diaktivkan, kamu akan mengirim wanti-wanti aplikasi ke peladen DHCP, tuntutan tersebut berilmu incaran hardware (MAC Address) berbunga komputer client
  2. Server DHCP yang menerima wanti-wanti akan mengangkut kembli wanti-wanti yang berisi menawarkan sebuah bulan-bulanan IP bagi periode waktu tertentu, alamat –sasaran yang ditawarkan maka dari itu peladen ditandai dan bukan ditawarkan ke client lain sepanjang proses negosiasi berjalan
  3. Client akan memilih satu dari penawaran korban IP nan tersedia, hal ini telah mengindikasikan mutakadim terjadi proses pemilahan alamat IP, dan hal ini lagi yang mengijinkan DHCP cak kerjakan menandingi kumpulan alamat IP yang enggak digunakan, sehingga boleh ditawarkan lagi kepada client lain.
  4. DHCP server kemudian akan mengirimkan wanti-wanti andai pengetahuan, yang mengindikasikan bahwa mangsa IP, Subnet mask dan durasi pemakaian target IP sudah protokoler digunakan makanya client.

DNS ( Domain Name System)

DNS digunakan puas jaringan internet alias jaringan dalam untuk memetakan tanda sebuah host dengan sebuah target IP. DNS adalah sebuah struktur panjang nan digunakan buat mengelola nama domain, identifikasi nan jelas mulai sejak sebuah lokasi host diinternet dikenal dengan “ fully-qualified domain name” yang terdiri atas sebuah top –level domain dan beberapa sub domin nan dikombinasikan untuk takhlik sebuah domain idiosinkratis.

Puas awalnya terwalak delapan top-level domain yang disepakati

.com    Commercial Organization

.edu     educational Organization

.gov     government Organization

.jejala      networking Organization

.Org     non-ommercial Organization

.int       international Organization

.arpa    advanced projects research agency

Cuma seiring dengan ekspansi internet nan mendunia pengidentifikasian selanjutnya di kembangkan berdasarkan geografis, dimana identitas negara disertakan lega top level domain (.id=

indonesia

, au =

australia

, my =

malaysia

, us =

united states

,

uk

=

united kingdom

dll).

DNS peladen terdiri bersumber tiga varietas yaitu :

  1. Cache
    è

    jenis ini tidak mempuyai data label-nama host semenjak domain tertentu ia hanya  berburu jawaban berpokok sejumlah DNS peladen terdekat. Selepas jawaban didapatkan, datanya disimpan dalam cache utuk keperluan mendatang, DNS server cache ialah yang paling kecil boncel mudah bagi dikonfigurasi.
  2. Primary (master)
    è

    sesuai dengan namanya primary ialah pemegang daftar contoh dari sebuah domain yang dikelolanya. Server ini memegang supremsi munjung atas domainnya. Misalkan server kmps.raharja.ac.id menyandang otoritas penuh atas domain *.raharja.ac.id. Yuridiksi penuh disini berjasa  peladen ini yang bertanggung jawab untuk ditanya label-segel host berdomain raharja.ac.id dan sub-sub domain dibawahnya, selain itu hanya peladen ini nan dapat menciptakan menjadikan sub-domain dibawah raharja.ac.id
  3. Secondary (slave)
    è

    peladen ini ialah backup berbunga primary server. Setinggi sebagai halnya primary. Secondary juga memuat daftar transendental sebuah domain. Susunan antara primary dan secondary ini kurang bertambah seperti mirror. Bila cak semau perubahan diprimary server, secondary terus mengikutinya secara periodik. Maka dari itu karena, secondary memerlukan pemaafan berpokok primary bakal mengamalkan sinkronisasi ini. rekonsiliasi ini lazimnya disebut sebagai zona transfer, secondary diperlukan bagaikan backup bila primary crash ataupun sibuk dan untuk mempermudah pendelegasian.

Utilitas Ping Digunakan Untuk Mengetahui Konektifitas Yang Terjadi Dengan

Source: https://asriportal.com/utilitas-ping-digunakan-untuk-mengetahui-konektifitas-yang-terjadi-dengan/